"Visi bisa jadi adalah kekuatan terbesar kita. Ia selalu membangkitkan daya dan kesinambungan hidup; Ia membuat kita memandang masa depan dan memberi kerangka tentang apa yang belum kita ketahui." Li Ka Shing, Miliuner Hong Kong

Dialog Penguatan Masyarakat Pengelola Wisata dalam Perspektif PRB

PRB

Hasil karya kelompok Tata Rias (Foto: Fr. Toms)

Pada hari Minggu tanggal 11 Juni 2017, Harpi Melati (kelompok tata rias pengantin) dan Pemdes Cluntang mengadakan acara Gelar Ramadhan yang bertempat di area wisata Tikungan Cinta, Desa Cluntang. Acara yang dimulai pukul pukul 13.00 WIB ini, dihadiri oleh masyarakat sekitar Desa Cluntang serta beberapa tamu undangan di antaranya TSD (Tim Siaga Desa) serta ibu-ibu PKK, dan ditutup dengan buka bersama. Selama acara berlangsung, panitia juga menyediakan pijat refleksi dan potong rambut gratis, serta pembagian sembako gratis bagi mereka yang kurang mampu. Acara ini didukung oleh SPEK-HAM, KARINAKAS, Merapi FM, BUMDes Lentera Cluntang, dan Wardah Kosmetik, serta dimeriahkan dengan hadirnya Putra-Putri Icon Emas Putih Susu Boyolali 2017 dan Putri Citra Indonesia Boyolali 2016.

Acara dimulai dengan pembukaan dan sambutan-sambutan, termasuk sambutan dari Ketua Harpi Melati dan Kepala Desa Cluntang. Di tengah-tengah acara Gelar Ramadhan itu, ada acara dialog yang difasilitasi oleh KARINAKAS. Narasumber dalam dialog itu adalah Drs. Bambang Sinungharjo M.Si, Kepala BPBD Boyolali. Dialog tersebut mengangkat tema tentang Penguatan Masyarakat Pengelola Wisata dalam Perspektif PRB (Pengurangan Resiko Bencana). Pada kesempatan tersebut Bapak Bambang menyebutkan bahwa alam itu bisa bersahabat dan alam juga bisa murka terhadap manusia, maka manusia wajib menjaga kelestarian alam semesta dan bersahabat dengan alam. Masyarakat juga sebaiknya meningkatkan kapasitas diri berhadapan dengan bencana alam, agar resiko bencana dapat dikurangi atau diminimalisir. Pada kesempatan itu juga terjadi dialog terutama dengan Putra-Putri Icon Emas Putih Susu Boyolali 2017 salah satunya mengenai PRB. Tujuan dialog tersebut adalah agar masyarakat menyadari diri hidup di daerah rawan bencana, dan diajak untuk meningkatkan kapasitas diri agar resiko bencana dapat dikurangi.(Fr. Toms)

menerima kasih dan memberi kasih itu perkara yang satu-tunggal; tanpa ada yang menerima, orang juga tidak bisa memberi; maka menerima kasih sekaligus juga memberi kasih karena memungkinkan orang lain memberi kasih #RomoMangun "Burung-burung Manyar"

© 2010 karinakas.or.id. | +62 274 552126 | karinakas.office@gmail.com