Jalan awal terbaik untuk mewujudkan segala impian Anda adalah bangun dan bangkit dari tempat tidur

Audiensi Program Peduli di Kabupaten Sukoharjo

audiensi

Romo Martinus Sutomo dari Yayasan KARINAKAS, melakukan dengar pendapat dengan perangkat pemerintahan Kabupaten Sukoharjo Jawa Tengah (Foto: Dok KARINAKAS)

Pada hari Rabu, 25 April 2018, Karinakas mengikuti audiensi dengan perwakilan dari Bupati Sukoharjo terkait Program Peduli yang dilaksanakan di beberapa desa di Kabupaten Sukoharjo. Hadir dalam audiensi itu adalah Wabidang Perekonomian selaku perwakilan dari Bupati Sukoharjo, perwakilan dari Yayasan Karinakas, Sehati, Yakkum dan TAF (The Asia Foundation). Hadir juga perwakilan beberapa OPD yakni Dinas Kesehatan, Dukcapil, Pendidikan, Perekonomian, Bapelbangda dan lain-lain.

Program Peduli yang didanai oleh TAF dan juga Yakkum sudah mulai berkarya di Sukoharjo sejak tahun 2015 dalam kerjasama dengan Kemenko PMK. Salah satu hal yang menjadi latar belakang program adalah adanya permasalahan pembangunan yang belum inklusif yakni belum dilibatkannya mereka yang difabel. Bahkan difabel mendapatkan stigma negatif dari masyarakat, yakni mereka dianggap lemah segalanya, serba tidak mampu, jadi obyek, bahkan ada difabel yang sengaja disembunyikan, dan ada yang tidak memiliki KTP. Selain itu mereka yang difabel tidak jarang juga mengalami kekerasan fisik dan verbal, dan terbatasnya layanan dasar bagi mereka.

Selama ini program peduli yang dipelopori oleh TAF dan Yakkum, dan dilaksanakan oleh Karinakas dan Sehati, sudah menjangkau dan melayani 327 difabel. Selain itu ada 12 puskesmas yang juga sudah memperbaiki layanan untuk difabel. Harapannya, inklusifitas terhadap difabel itu bisa menjangkau di semua sektor/bidang di Kabupaten Sukoharjo.

Karinakas sendiri sebetulnya sudah mulai melakukan pelayanan terhadap mereka yang difabel sejak tahun 2009. Karinakas menggandeng banyak OPD dan RSUD. Karinakas mengajak instansi-instansi tersebut untuk bekerja bagi mereka yang difabel, yakni membuat kebijakan-kebijakan sesuai dengan tupoksinya masing-masing. Sebagai contoh: Dinas Kesehatan membuat kebijakan untuk difabel terkait kesehatan dan layanan kesehatan yang inklusif, Dinas Pendidikan membuat kebijakan terkait pendidikan yang inklusif dan sebagainya.

Bapak Widodo, selaku wakil dari Bupati Sukoharjo menyambut baik hasil dan capaian Program Peduli ini. Pemerintah Sukoharjo sangat berterimakasih atas kerjasama dan kerja keras tim Program Peduli, dan berharap agar kerjasama ini terus terjalin, karena Pemerinta Sukoharjo menyadari bahwa tidak dapat bekerja sendirian. Kerjasama hendaknya terus terjalin di antara pemerintah, warga dan lembaga-lembaga (NGO). Pemerintah Sukoharjo juga mengajak jajarannya yakni Dinas-dinas untuk mendukung Program Peduli yang sudah terlaksana ini, demi pelayanan kepada mereka yang difabel, agar mereka semakin sejahtera dan bermartabat. (Rm. Martinus Sutomo, Pr)

menerima kasih dan memberi kasih itu perkara yang satu-tunggal; tanpa ada yang menerima, orang juga tidak bisa memberi; maka menerima kasih sekaligus juga memberi kasih karena memungkinkan orang lain memberi kasih #RomoMangun "Burung-burung Manyar"

© 2010 karinakas.or.id. | +62 274 552126 | karinakas.office@gmail.com