Pertemuan & Outbond Relawan Karinakas Lingkar Merapi

Relawan lingkar merapi1

“Indonesia merupakan wilayah kepulauan yang dibentuk dari tumbukan tiga lempeng Eurhasia, Australia, Pasifik). Eurhasia ini yang paling berbahaya, karena kita di pinggirnya, jadi bampernya. Sedangkan lempeng Australia bergerak menunjang 6-7 cm pertahun, dan yang paling cepat menumbuk kita adalah lempeng Pasifik. Bisa jadi suatu hari kita bisa kehilangan satu pulau. Megathrust adalah potensi dan tidak bisa diprediksi.” Demikian disampaikan  Ir. Dewi  Sri Sayudi, dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) pada pertemuan Relawan Lingkar Merapi – KARINAKAS, di Desa Wisata Flory, Sleman, DIY (14/9/2019).

relawan lingkar merapi2

Kegiatan yang diikuti oleh 41 orang ini merupakan kegiatan rutin Relawan Lingkar Merapi – KARINAKAS yang dilakukan sebagai sarana untuk berkoordinasi dan belajar bersama untuk membangun kesiapsiagaan terkait situasi ancaman Merapi pada khususnya, dan ancaman yang lain pada umumnya. Memang sampai dengan saat ini gempa bumi belum bisa diprediksi, hanya bisa dikenali bahwa potensi megatrust itu ada. Maka, kesiapsiagaan perlu dibangun secara serius di setiap level masyarakat, tidak hanya di kalangan pemerintah. Itulah sebabnya kegiatan kerelawanan ini perlu terus digiatkan dan dikembangkan.

Setelah mengikuti pemaparan tentang isu megathrust, peserta diajak untuk bersama-sama menjalin keakraban, kekompakan dan kerjasama melalui kegiatan outbond yang didampingi tim fasilitator dari Desa Wisata Flory. Semoga melalui kegiatan ini, semangat belarasa semakin menjiwai teman-teman relawan untuk mewujudkan wajah sosial Gereja di area rawan bencana. (Sr. M. Huberta FSGM).

© 2010 karinakas.or.id. | +62 274 552126 | karinakas.office@gmail.com