Cery Widodo, warga desa Sruni, kabupaten Boyolali tersenyum bahagia, pasalnya tanaman kakao miliknya sudah mulai panen. Kakao tersebut dibudidayakan secara tumpangsari dengan berbagai macam tanaman lainnya. Dalam luasan lahan sekitar 1000 meter persegi, Pak Cery, demikian anggota kelompok Agni Mandiri ini sering disapa, menaman 130 batang tanaman kakao. Tanaman tersebut dipupuk dengan memanfaatkan bio-slurry yang merupakan produk sampingan dari instalasi biogas miliknya. Pada panen perdana ini, rata rata menghasilkan 1 kg per pohon.

kakao

Pak Cery sedang memanen Kakao

Tanaman kakao tersebut ditanam 4 tahun yang lalu. Usaha penanam kakao itu merupakan tindak lanjut dari rencana aksi komunitas, hasil Kajian Pengurangan Resiko Bencana Partisipatif yang dilakukan oleh kelompok Agni Mandiri dalam program Building Community Resilient KARINA. Pada waktu itu kelompok Agni Mandiri sepakat bahwa untuk menanggulangi ancaman kekeringan, perlu ditingkatkan gerakan menaman pohon dengan jenis tanaman yang tahan kekeringan dan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat. Hal ini juga disebabkan karena tanaman cengkih yang selama menjadi salah satu sumber penghasilan di Sruni sudah tidak dapat memberikan harapan lagi akibat serangan hama penyakit yang mematikan.

Tanaman Kakao menjadi pilihan tanaman baru untuk dikembangkan saat itu. Kelompok Agni Mandiri kemudian melakukan studi banding ke kampung kakao Nglanggeran dan membuat kebun pembibitan kakao unggul dengan benih dari Nglanggeran. Tanaman kakao hasil pembibitan kelompok tersebut kemudian dibagikan kepada anggota kelompok dan masyarakat Sruni yang berminat membudidayakan kakao.

“Saya berharap tanaman kakao ini bisa menjadi sumber pendapatan baru bagi kami, apalagi kalau mampu mengolahnya menjadi produk olahan yang mempunyai nilai jual lebih tinggi.” Demikian kata Pak Cery. (Ag. Heri Purwadi)

 

Sabun cuci piring

Foto oleh: Tim Dokumentasi

Produk home industry Kelompok Wanita Tani  (KWT) Dawung, desa Serut, kabupaten Gunung Kidul yakni sabun cuci piring, ditampilkan dalam Evaluasi Perkembangan Desa, Kabupaten Gunung Kidul (12/03/2020), bertempat di balai desa Serut. Home industri sabun cuci piring ini merupakan dampingan Program Development KARINAKAS, dalam rangka penguatan ekonomi para perempuan di area rawan bencana. Semula home industry sabun cuci piring tersebut hanya digunakan sendiri oleh ibu-ibu KWT Dawung. Saat ini konsumen sabun cuci piring sudah berkembang di luar anggota KWT Dawung. “Semoga produksi sabun ini bisa berkembang lebih lagi,” harap Yuni, salah satu pengurus KWT Dawung. (Sr. M. Huberta FSGM)

 

Relawan GK

Sebagai Lembaga Keuskupan Agung Semarang yang diberi mandat untuk mengkoordinir kegiatan tanggap bencana, KARINAKAS membangun jejaring dan kerjasama dengan para relawan paroki-paroki. KARINAKAS membentuk dan mengkoordinir para relawan paroki-paroki sesuai dengan kerawanan atau ancaman bencana masing-masing daerah.  

Selama bulan Maret 2020 ini, KARINAKAS telah berkumpul dan berkoordinasi dengan Relawan Paroki Rayon Gunungkidul (5/3/2020), dan Relawan Paroki Lingkar Merapi (8/5/2020). Relawan Paroki Rayon Gunungkidul secara khusus bergerak di area wilayah Gunungkidul dengan fokus pelayanan tanggap bencana kekeringan, sedangkan Relawan Paroki Lingkar Merapi secara khusus bergerak di area lingkar Gunung Merapi dengan fokus pelayanan tanggap bencana erupsi Merapi.

Relawan Merapi2

Meskipun para relawan tersebut bergerak di area kerawanan bencana masing-masing, namun mereka juga siap untuk membantu daerah lain apabila sungguh membutuhkan pelayanan tanggap bencana. Para relawan tersebut adalah tangan kanan KARINAKAS dalam melaksanakan kegiatan tanggap bencana. Ke depannya, KARINAKAS hendak mengukuhkan dan mendampingi para Relawan Paroki Rayon Surakarta dan Rayon Semarang. Bersama para relawan tersebut, KARINAKAS hendak mewujudkan kepedulian dan keterlibatan Gereja di tengah masyarakat yang terdampak bencana, ataupun dalam pengurangan resiko bencana, bekerjasama dengan berbagai pihak, dalam semangat belarasa (Rm Toms)

 

© 2010 karinakas.or.id. | +62 274 552126 | karinakas.office@gmail.com