Biogas sudah menyala

Muryati (46 th) warga desa Patuk, kecamatan Terbah, kabupaten Gunung Kidul merasa sangat gembira, karena saat ini biogas di rumahnya sudah menyala. Sejak awal pembuatan biogas, Muryati selalu memberikan semangat kepada Jumono, suaminya, supaya bersabar dalam membuat instalasi biogas. Saat digester biogas sudah terisi dengan kotoran ternak dan instalasi sudah beres, tetapi kompor belum mau menyala, Muryati tetap bersemangat dan tidak putus asa.

”Kita tunggu saja Pak. Siapa tahu sebentar lagi menyala”, katanya untuk memberi semangat kepada suaminya. Namun kini perempuan yang sehari-harinya mengurus rumah tangga dan ternak tersebut, sangat senang, karena api biogas sudah menyala. Kini biogas ibu Muryati sudah menyala dan digunakan untuk memasak. “Sekarang saya tidak perlu lagi membeli gas elipiji. Ini luar biasa!”, pungkasnya. (Sr. M. Huberta FSGM)

 

temu relawan GK

Pada penghujung tahun 2019, sebanyak 23 orang Relawan Tanggap Bencana KARINA KAS Rayon Gunungkidul, mengadakan Temu Bersama untuk merefleksikan gerak para relawan sepanjang tahun 2019, bertempat di aula paroki St. Yusup Bandung (13/12/2019). Tim Relawan Tanggap Bencana KARINA KAS Rayon Gunungkidul memang masih terbilang sangat muda, karena baru terbentuk pada Mei 2019. Namun semangat untuk berbagi dan berbelarasa para relawan sudah luar biasa, khususnya pada respon bencana kekeringan yang terjadi di area Gunung Kidul tahun ini.

Temu relawan GK2

Tim Relawan Tanggap Bencana KARINA KAS Rayon Gunungkidul ini bersama dengan KARINAKAS serta berbagai pihak, sepanjang musim kemarau 2019 ini telah menyalurkan bantuan air bersih sebanyak 761 tangki (@ 5.000 liter) kepada para warga yang mengalami kekeringan. Musim kemarau yang terjadi hampir 9 bulan ini sangat berdampak pada penghidupan masyarakat, baik bagi kebutuhan air bersih warga, maupun bagi pertanian dan peternakan.

Dari hasil pertemuan, ternyata masih banyak hal yang harus ditambahkan khususnya agar para relawan dapat memberikan pelayanan belarasa yang semakin optimal. Tim Relawan Tanggap Bencana KARINA KAS Rayon Gunungkidul masih harus mengembangkan diri dan belajar banyak hal terkait dengan penanganan kebencanaan. Dukungan dari paroki-paroki, umat dan semua pihak masih sangat dibutuhkan, agar keberadaan dan peran para relawan dari paroki-paroki semakin dirasakan oleh umat dan masyarakat. (Sr. Huberta).

 

penghijauan GK

Tandur-Tandur Nambah Sedulur merupakan Aksi Penghijauan dari Relawan Tanggap Bencana KARINAKAS Rayon Gunungkidul, yang bekerjasama dengan Karang Taruna Taruna Tani, Desa Hargosari, Tanjungsari, Gunungkidul. Aksi yang dilakukan tanggal 29 November 2019 itu adalah penanaman bibit-bibit tanaman antara lain: bibit mangga manalagi, jambu air madu deli, jambu air madu daleri, dan pohon cemara.

penghiajauan2

Lokasi penanaman adalah di sekitar Kapel Menthel, Timunsari, Hargosari, Tanjungsari, Gunung Kidul, dan di pinggiran Belik Embung Kemiri, Desa Hargosari, Tanjungsari, Gunung Kidul, yang saat ini kering tanpa air. Embung Hargosari ini dulunya merupakan embung yang airnya sangat melimpah, bahkan banyak ikan hidup di embung tersebut. Namun sejak tahun 1970 an, embung tersebut mulai mengering.

Kawasan Embung Kemiri ini sekarang dikelola oleh Karang Taruna Taruna Tani. Pada saat musim penghujan, mereka menanami sekitar embung dengan palawija, dan hasil palawija digunakan untuk kegiatan Taruna Tani. Ke depannya diharapkan ada aksi penanaman lagi yakni bibit buah-buahan seperti sirsak, jeruk, dan juga tanaman perindang. Semoga dengan aksi penghijauan ini, kedua lokasi tersebut semakin hijau dan rindang. (Sr. Huberta & Ag. Lasiman).

 

© 2010 karinakas.or.id. | +62 274 552126 | karinakas.office@gmail.com