Seminar: Pembangunan Inklusif “Berperspektif” Difabel

 

inklusi

KARINAKAS bekerjasama dengan Komunitas Lereng Merapi Tinarbuko (KLMT) Paroki Sumber, mengadakan seminar Pembangunan Inklusif “Berperspektif” Difabel (16/7/2019), bertempat di aula Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang. Seminar ini dilaksanakan sebagai “advokasi” kepada pemerintah terkait pembangunan yang inklusif, yang diikuti oleh sekitar 35 orang baik dari instansi pemerintah (Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, perwakilan Kecamatan Dukun, dan para kepala desa), juga para relawan KLMT, LSM, perwakilan keluarga difabel maupun tamu undangan lainnya.

Pembangunan Inklusif “berperspektif” Difabel adalah pembangunan yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat secara “umum”, termasuk difabel di dalamnya, bertujuan untuk mengurangi tingkat kemiskinan dengan kontribusi dari semua pihak, menciptakan peluang yang setara termasuk untuk difabel, memberikan ruang partisipasi seluas-luasnya kepada difabel dalam pengambilan keputusan yang didasarkan pada penghormatan atas nilai dan prinsip-prinsip hak asasi manusia, partisipatif, non-diskriminatif dan akuntabel.

inklusi2

Pemenuhan hak difabel dapat diawali dengan memahami isi dari Hak-hak difabel yang terkandung dalam UNCRPD, SDG’s, UU no 8 th 2016 Perda Difabel dll. Pendataan Profil Difabel merupakan kunci untuk memenuhi hak difabel, karena selama ini pemangku kepentingan terkait difabel tidak memiliki data difabel yang akurat. Dampak dari adanya data tersebut untuk layanan antara lain terkai berbagai layanan bagi difabel yakni kesehatan, pendidikan, pengembangan ketrampilan dan ekonomi dan layanan dasar lainya.

Penerimaan sosial difabel di masyarakat masih menjadi pekerjaan rumah tersendiri bagi pegiat difabel, maka masih sangat penting adanya peer motivation untuk difabel, penyadaran untuk orangtua ABK tentang difabilitas, kampanye publik tentang Difabel. Penguatan organisasi difabel dan masyarakat sipil yang berpihak kepada difabel masih perlu didorong supaya pencapaian pkemenuhan hak difabel segera terealisasi. Layanan publik ramah difabel dan mendorong kebijakan responsif terhadap difabel menjadi pekerjaan rumah berikutnya yang muaranya supaya terciptanya Pembangunan Inklusif.

Mengingatkan kembali bahwa strategi pemenuhan hak difabel demi mencapai Pembangunan Inklusif dapat dicapai dengan; a) Penguatan kapasitas difabel dan stakeholders di tingkat masyarakat, b) Advokasi kepada pemangku kebijakan dari Desa sampai Kabupaten. (Pramono M)

MONEV BERSAMA PEMKAB KLATEN

Monev Klaten

Program Peduli telah memasuki periode ketiga atau fase akhir di mana program ini akan berakhir pada Agustus 2019. Target awal program peduli ini tercapai, bahkan dengan beberapa capaian yang di luar ekspektasi. Maka KARINAKAS bersama PemKab (Pemerintah Kabupaten) Klaten dan perwakilan dari beberapa pihak misalnya DPO (Difable People Organisation) Kecamatan, OPD (SKPD), Pemerintah Desa dan Kecamatan, Koperasi Difabel, Inklusi Center, SHG (Self Help Group), dan Tim RBM desa dan Kecamatan mengadakan monitoring dan evaluasi bersama. Total peserta adalah 32 orang.

Tujuan dari monitoring dan evaluasi ini adalah refleksi capaian Program Peduli periode Juni 2017 sampai dengan Maret 2019, dan mengingatkan kembali kapada stakeholders terkait untuk tetap memelihara serta melestarikan capaian program bahkan menindaklanjuti dan mengembangkan bersama-sama.

Monev yang ini dilakukan pada hari kamis (25/6/2019) di RM Pringsewu Klaten ini, diakhiri dengan membangun Komitmen Bersama mewujudkan Kabupaten Klaten yang Inklusif yakni a) sepakat bersama-sama mengusahakan terwujudnya Kabupaten Klaten Inklusif, b) sepakat bersama-sama mendukung, mengawal kebijakan yang dibuat dalam upaya mewujudkan Kabupaten Klaten Inklusif, c) sepakat saling mendukung dan bekerjasama antar stakeholders, dalam upaya mewujudkan Kabupaten Klaten Inklusif, d) sepakat bersama-sama meneruskan, mengembangkan praktik-praktik baik yang telah dihasilkan untuk mewujudkan Kabupaten Klaten Inklusif, e) sepakat untuk terus-menerus bersama-sama mengupayakan pelayanan yang terbaik, maksimal dan aksesibel kepada masyarakat termasuk kepada difabel. (Pramono Murdoko)

Launching dan Peresmian Sanggar Inklusi di Sumber

Sanggar Inklusi Sumber

“Saya, berterima kasih kepada Paroki, pemerintah desa setempat, aktifis, keluarga difabel, dan masyarakat sekitar, atas adanya kegiatan dan pembentukan sanggar ini. Saya menegaskan agar seluruh desa mulai menganggarkan dana desa, untuk pemberdayaan difabel. Pemerintah Kecamatan Dukun siap membantu kegiatan sanggar ini,” ungkap Bp. Bambang Hermanto, Camat Kecamatan Dukun, Magelang, pada acara Lounching dan Peresmian Sanggar Inklusi “Omahe Adewe” di Sumber.

Kegiatan tersebut terlaksana atas kerjasama antara Paroki St. Maria Lourdes Sumber dan KARINAKAS, pada tanggal 28 April 2019 di Sanggar Inklusi Omahe Adewe (dekat Paroki St. Maria Lourdes Sumber). Kegiatan dihadiri oleh ABK/difabel/keluarganya, Aktifis sanggar Inklusi Omahe Adewe, warga sekitar sanggar, perwakilan paroki dan para ketua lingkungan se-Paroki Sumber, para Donatur, DPO Magelang, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Pemerintah Kecamatan Dukun, PUSKESMAS Kecamatan Sumber, Kepala Desa se-Kecamatan Dukun, Ketua RT/RW Desa Sumber, PSE Kevikepan Kedu dan tamu undangan lainnya. Jumlah total adalah sekitar 150 orang.

Inklusi Sumber

Acara Seremonial Peresmian Sanggar Inklusi Omahe Adewe beserta bangunannya ditandai dengan pelepasan burung merpati oleh Direktur Yayasan KARINAKAS dan Koordinator Sanggar. Semoga dengan diresmikannya sanggar ini, maka bisa menjadi tempat berkumpulnya difabel/ABK dan keluarganya, edukasi bagi difabel/ABK/keluarganya, mendorong semua pemangku kepentingan agar berperan aktif dalam upaya pemenuhan hak bagi difabel. “Kami dari Dinas Kesehatan, siap membantu jika sanggar memerlukan dukungan, misal pemeriksaan kesehatan, penyuluhan kesehatan,” ungkap perwakilan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang.

Selama kegiatan, banyak anak-anak menampilkan ketrampilannya misalnya tampilan kesenian yang melibatkan banyak anak-anak baik ABK maupun nonABK. Kesenian yang ditampilkan adalah drum band dari SD Kanisius Prontakan, tari-tarian oleh ABK, menyanyi oleh ABK, baca puisi oleh ABK, penampilan barang hasil kerajinan tangan ABK. (Rm Toms)

 

© 2010 karinakas.or.id. | +62 274 552126 | karinakas.office@gmail.com