Monitoring Pemulihan Bencana Tsunami Banten

banten

Pada hari Jumat (1/11/2019), Direktur KARINAKAS mengadakan monitoring program pemulihan bencana tsunami yang beberapa waktu lalu menerjang Banten dan sekitarnya (22/12/2018). Program pemulihan ini dikoordinatori oleh KARINA KWI, dan dilaksanakan oleh Caritas Bogor. Sebagai satu keluarga Caritas Indonesia, KARINAKAS bersama Caritas Regio Jawa, ikut terlibat dalam program ini.

Program menyasar pada warga terdampak bencana (sebagian besar adalah nelayan) di 7 desa di Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang, Prov. Banten. Bentuk program adalah pemberian bantuan beberapa perahu dan jaring kepada 136 nelayan, pelatihan kerajinan pengki kepada 70 ibu-ibu, pelatihan kebencanaan, dan pendampingan kebencanaan di beberapa sekolah negeri yang posisinya berada di sekitar bibir pantai. (Rm. Tomo).

 

Tanggap Bencana Angin Kencang Magelang

bencana angin kencang

Pada  hari Minggu, 20 Oktober 2019, dan Senin, 21 Oktober 2019, telah terjadi hujan disertai angin kencang yang melanda beberapa desa di tujuh kecamatan di Kabupaten Magelang. Kecamatan terdampak adalah Kecamatan Pakis, Sawangan, Ngablak, Tegalrejo, Srumbung, Kajoran, dan Dukun, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Hujan disertai angin kencang tersebut telah menimbulkan kerusakan rumah, baik rusak sedang maupun berat. Bencana tersebut juga menyebabkan pohon-pohon tumbang sehingga menimpa rumah dan menutup akses jalan. Selain mengakibatkan kerusakan rumah dan pohon tumbang, bencana juga menyebabkan lahan pertanian porak poranda. Pada hari minggu dan senin (20-21/10/2019), para warga juga terpaksa meninggalkan rumah mereka dan mengungsi di kantor desa, puskesmas, masjid ataupun di rumah warga di desa yang lain.

Kecamatan Pakis adalah kecamatan terdampak paling parah. Sedangkan Dusun Gerdu, Desa Pogalan adalah salah satu dusun yang terdampak paling parah di Kecamatan Pakis. Banyak rumah warga yang atap dan gentingnya mengalami rusak parah, di antaranya adalah Ibu Rumi(59 th)dan Ibu Sarmi(69 th). Mereka adalah janda yang bekerja sebagai petani, dengan penghasilan pas-pasan.

serah terima bantuan angin kecang

Dalam kegiatan tanggap bencana ini, KARINAKAS memberikan bantuan untuk perbaikan atap rumah untuk Ibu Rumi dan Ibu Sarmi tersebut. Semoga bantuan ini dapat membantu meringankan beban penderitaan mereka dan dapat mewujudkan sikap belarasa dan wajah sosial Gereja Katolik bagi para warga terdampak angin kencang di Kecamatan Pakis, Magelang, serta mewujudkan keberpihakan Gereja pada KLMTD (Rm Tomo).

 

Dropping Air Bersih di Gunung Kidul

Dropping air bersih GK1

Kekeringan tahun ini membuat para warga di Gunungkidul mengalami kesulitan air bersih. Sumber-sumber air di sekitar warga, banyak yang tidak bisa digunakan lagi. Selain berdampak pada sulitnya memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari (untuk air minum, mandi, cuci baju dan sebagainya), kekeringan juga berdampak pada keringnya lahan pertanian dan mengakibatkan gagal panen.

Menjawab kebutuhan akan air bersih ini, Yayasan KARINAKAS dan relawan Kebencanan Paroki Rayon Gunung Kidul, mengadakan kegiatan dropping air bersih untuk wilayah di 3 paroki yaitu Paroki Bandung, Paroki Wonosari dan Paroki Kelor.

Dropping ari bersih GK2

Sejauh ini sudah dua tahap dropping air bersih. Tahap pertama adalah bulan Juni 2019 sebanyak 49 tangki (5.000 liter/tangki). Lokasi dropping ada di beberapa dusun yakni a) Kampung Jarak, Sumbergiri, Ponjong; b) Sumberan, Sumbergiri, Ponjong; c) Wotgalih, Kecamatan Nglipar; d) Blekonang, Tepus; e) Padukuhan Ngasem, Mandesan, Nanas, dan Sawah Tileng, Kecamatan Girisubo; f) Padukuhan Ngrombo dan Sawah, Desa Tileng, Kecamatan Girisubo.

Tahap kedua sampai dengan saat ini masih berlanjut, sudah dilakukan dropping air sebanyak 239 tangki.  Lokasi dropping ada di beberapa dusun atau desa yakni a) Desa Giri Kerto dan Desa Girisuko Kecamatan Panggang; b) Blekongan, Tepus; c) Balong, Giripanggang. Selain itu, KARINAKAS juga membantu air bersih di SD Kanisius Ngawen Gunung Kidul. 

Adanya keterlibatan beberapa paroki dari luar Rayon Gunung Kidul sebagai donatur, semakin menampakkan belarasa dan kehadiran Gereja di tengah masyarakat yang mengalami kekeringan ini. Salam Belarasa. (Sr. Huberta, FSGM).

© 2010 karinakas.or.id. | +62 274 552126 | karinakas.office@gmail.com