Sulteng

Hari Rabu, 13 Februari 2019, KARINAKAS, bersama dengan Karitas Surabaya, dan Karitas Bogor, mengadakan monitoring program pemulihan bencana gempa Lombok. Program pemulihan becana ini dilaksanakan mulai bulan November 2918 sampai bulan April 2019. Fokus program pemulihan adalah hunian sementara, jaringan air bersih, dan bantuan alat rumah tangga, serta paket sembako per bulan.

Pelaksana program pemulihan bencana adalah Karitas PSE Denpasar, sedangkan yang menjadi holder adalah KARINA KWI, dan donor dari Karitas Keuskupan (LDD Jakarta, KARINAKAS, Karitas Surabaya, Karitas Bogor).

Program Pemulihan ini dilaksanakan di 5 dusun yakni Dusun Torean, Tanjung Biru, Lendang Lokok Re, Montong Serubuh, dan Montong Kemuning, Desa Loloan, Kecamatan Bayan, Kab. Lombok Utara. Desa Loloan, Kecamatan Bayan ini terletak di kaki Gunung Rinjani. Waktu tempuh dari Kota Mataram adalah sekitar 2,5 jam. Mayoritas mata pencaharian warga Desa Loloan adalah petani terutama petani mete, cocoa dan kopi

Sampai akhir Januari 2019, sudah ada 186 KK yang menikmati hunian sementara. Bantuan dari karitas adalah berupa atab spandex. Sampai pada pertengahan Februari 2019, pipa jaringan air bersih sudah terpasang adalah sepanjang 2.900 meter. Jaringan air bersih ini akan dialirkan ke dusun-dusun di desa Loloan, karena jaringan air bersih sebelumnya mengalami kerusakan. Sedangkan untuk distribusi alat rumah tangga dan sembako bulanan selama ini sudah berjalan lancar. Penerima manfaat seluruh program ini nantinya adalah 1.692 KK. (Rm. Toms)

Tanggap Darurat

 

Sebagai Lembaga Kemanusiaan Keuskupan Agung Semarang yang menangani kebencanaan, di awal tahun 2019 ini, KARINAKAS melakukan kegiatan Tanggap Bencana di beberapa tempat, yakni bencana banjir Sulawesi Selatan, banjir Pati, tsunami di Banten dan Lampung Selatan. Dalam kegiatan Tanggap Bencana itu, KARINAKAS bekerjasama dengan mitra KARINAKAS yang ada di tempat yang bersangkutan. Pada prinsipnya, KARINAKAS siap mengirimkan relawan dan bantuan lainnya apabila diperlukan.

Pada bencana banjir di Sulawesi Selatan, KARINAKAS berkoordinasi dan bekerjasama dengan Karitas Makassar. Pada banjir di Pati, KARINAKAS berkoordinasi dan bekerjasama dengan relawan atau tim Tanggap Bencana Paroki Pati. Pada bencana tsunami Banten dan Lampung Selatan, KARINAKAS berkoordinasi dan bekerjasama dengan Karitas Tanjungkarang.

KARINAKAS sampai sekarang juga masih menjalankan program pemulihan pasca bencana di Lombok dan di Sulawesi Tengah. Pada bencana gempa bumi Lombok, KARINAKAS berkoordinasi dan bekerjasama dengan Karitas PSE Denpasar. Program pemulihan ini dikoordinatori oleh KARINA KWI dan didukung juga oleh Karitas Surabaya, Karitas Bogor dan LDD Jakarta. Program berfokus pada hunian, jaringan air bersih, dan suplai sembako setiap bulan. Program dilaksanakan selama 6 bulan, dimulai bulan November 2018. Hal serupa juga terjadi pada bencana gempa dan tsunami Sulawesi Tengah. KARINAKAS berkoordinasi dan bekerjasama dengan Karitas PSE Manado, didukung oleh beberapa KARITAS Regio Jawa (Karitas Surabaya, Bandung, Bogor). Program berfokus pada pembangunan hunian sementara, jaringan air bersih, dan perbaikan rumah umat yang rusak. (Rm. Toms)

 Palju

“Terimakasih banget Romo, sungguh dana ini sangat-sangat membantu saya…”, demikian ungkap Mery Christi, mahasiswi asal Desa Jonooge, Kecamatan Sigi Biromaru, Sigi, Sulawesi Tengah. Sejak bencana gempa M7,4 terjadi (28/9/2018), sampai saat ini Christi belum pernah pulang ke desanya. Kecuali tidak ada dana, orangtuanya juga melarangnya untuk pulang. Gempa dan tsunami tersebut telah merusak rumah Chirsti, sehingga keluarganya harus mengungsi ke daerah lain, karena desanya dilanda gempa disertai likufaksi. Akibat bencana itu, rumah keluarganya rusak parah dan sumber penghasilan keluarga juga rusak, sehingga aliran dana dari keluarga untuk biaya kuliah dan hidup sehari-hari terhenti, dan dampaknya semakin terasa berat di hari-hari ini.

KARINAKAS bekerjasama dengan Panitia Posko Peduli Sul-Teng Yogyakarta yang berkantor di Jl. Kapten Laut Samadikun No 8, Wirogunan, Mergangsan, Yogyakarta, melakukan assessment atau kajian untuk mendapatkan data lengkap mengenai situasi dan kondisi para mahasiswa serta keluarganya di Sul-Teng. Para mahasiswa yang terdampak parah dan belum mendapat bantuan itulah yang akan dibantu. Setelah mengadakan diskusi panjang dan kajian mendalam, maka KARINAKAS sepakat membantu 300 mahasiswa dari total 590-an mahasiswa.

Fokus bantuan KARINAKAS adalah pada makanan, tempat tinggal (biaya kost) dan transport, yang diterimakan dalam bentuk dana cash. Bantuan termin pertama diterimakan untuk 100 orang mahasiswa, pada hari Senin, 3 Desember 2018, pukul 10.00 sampai 16.00 WIB, bertempat di kantor KARINAKAS. Bantuan diberikan by name, by address (per orang, per alamat), dengan menandatangani surat pernyataan dan melampirkan identitas diri.

Selain itu, sebagai bentuk penghargaan atar kerjakeras para Panitia, KARINAKAS juga memberi apresiasi dengan memberikan bantuan akomodasi untuk para Panitia sejumlah 15 orang. Para Panitia tersebut adalah mereka yang berasal dari Sul-Teng dan juga sama-sama terdampak bencana, bahkan ada yang kehilangan orangtuanya. KARINAKAS berharap semoga bantuan tersebut bisa meringankan penderitaan para mahasiswa, dan sekaligus menghadirkan sentuhan kasih Allah bagi mereka semua. Salam Belarasa. (Rm. Toms)

© 2010 karinakas.or.id. | +62 274 552126 | karinakas.office@gmail.com