102 Huntara Siap Huni

“Saya minta, huntara ini dijaga dan dirawat dengan baik, dan jangan lupa juga menjaga keharmonisan kerukunan satu sama lain”, demikian ungkap Bapak Dr. Agus Lamakarate (Ketua PMI Kabupaten Sigi) dalam acara: “Serah Terima Huntara Periode II”, sebanyak 52 unit. Total Huntara yang sudah diserahkan kepada warga yang masih mengungsi adalah 102 unit, untuk 102 KK. Akhirnya, semua warga yang mengungsi di kompleks Desa Pombewe itu sudah menempati huntara, sehingga tidak ada lagi yang tinggal di bawah tenda darurat.

Serah terima huntara periode kedua ini dilaksanakan pada hari Rabu, 7 Agustus 2019 pukul 09.00 WIB, dihadiri oleh warga penerima huntara, pemerintah (pemerintah desa, kecamatan dan ketua Kabupaten PMI Sigi), Direktur KARINAKAS, Direktur Caritas PSE Manado, dan Direktur Caritas Bandung (koordinator Caritas Regio Jawa), serta tamu undangan, sejumlah sekitar 120 orang. Tempat serah terima adalah di kompleks pengungsian tersebut. Setelah selesai serah terima, dilanjutkan dengan hiburan tradisional rakyat (menyanyi lagu dan tari Dero).

Sukacita Anak Anak Pengungsi

Pembangunan huntara periode kedua ini dilaksanakan selama 1,5 bulan (pertengahan Juni sampai akhir Juli 2019). Huntara dibangun bersebelahan dengan 50 unit huntara tahap pertama. Koordinator lapangan dan pelaksana pembangunan 102 unit huntara ini adalah KARINAKAS. Pendanaan material dan biaya tukang huntara tahap pertama dari KARINAKAS, sedangkan huntara periode kedua dari Karitas PSE Manado yang didukung oleh Caritas Regio Jawa (KARINAKAS, Caritas Bandung, Bogor, Surabaya, Malang). Namun seluruh operasional pengerjaan huntara adalah KARINAKAS yang dikoordinir oleh staf KARINAKAS yakni Bp. Teguh Bayu (Koordinator Pembangunan) dan Bp. Suleman (Koordinator Lapangan). (Rm Toms)

 

 

Huntara

Alhamdulillah, hari ini 50 KK sudah dapat menikmati hunian sementara yang dibangun Yayasan KARINAKAS”, demikian ungkap Bapak Ruslan, Camat Sigi Biromaru pada acara seremonial serah terima huntara (hunian sementara) dari Yayasan KARINAKAS kepada pemerintah dan warga (17/9/2019).

Setelah acara seremonial serah terima huntara, dilanjutkan dengan buka puasa bersama. Acara ini diikuti oleh sekitar 250 orang, baik warga sekitar maupun tamu undangan (pemerintah desa sampai kabupaten dan PMI). Hadir juga dalam acara ini Matteo dari Caritas Italiana dan Romo Joy Derry, Direktur Caritas PSE Manado.

Huntara Palu

Dalam sambutannya, Bapak H. Iskandar Nogtji, Assiten II Bidang Pembangunan dan Ekonomi yang mewakili Bupati Kabupaten Sigi mengungkapkan, “Jika huntara ini dibangun oleh Pemerintah Kabupaten Sigi, adalah suatu yang mustahil, karena begitu besarnya bencana yang terjadi di sini.” Ia melanjutkan, “Maka merupakan suatu kebanggaan, kebahagiaan karena ada dari Karinakas yang ingin memberikan bantuan. Saya atas nama Pemerintah Kabupaten Sigi mengucapkan terimakasih.”

Acara ini dilaksanakan di kompleks huntara. Secara simbolik Direktur Karinakas, Romo Martinus Sutomo Pr menyerahkan 50 unit huntara kepada pemerintah dan warga. Semoga ke depannya, kehidupan warga semakin aman, nyaman, layak dan bermartabat. “Alhamdullilah, sudah ada 50 KK unit huntara terbangun, warga kami sudah menghuni huntara sekarang, setelah 7 bulan hidup di tenda”, ungkap Bp Haris, Koordinator Posko. (Rm Toms)

Lombok

“Saya mewakili para warga penerima bantuan dari Karina mengucapkan terimakasih atas bantuan yang diberikan kepada kami”, demikian ungkap bapak Usman mewakili seluruh warga penerima bantuan Program Pemulihan Bencana dari jaringan Karina. “Kalau tidak ada bantuan spandex dari Karina, warga mau berteduh di mana, sementara kami sebagai pemerintah desa, menunggu bantuan pemerintah, namun sampai sekarang belum datang”, ungkap ibu Johanti mewakili Kepala Desa Loloan. Itulah kesan pesan yang disampaikan oleh para warga penerima manfaat program, pada acara Penutupan Program Pemulihan Gempa Lombok, yang bertempat di ruang pertemuan di Dusun Torean, Desa Loloan, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara.

Lombok

Selama program pemulihan berlangsung, Karina melibatkan warga sekitar dengan fokus program pada tiga hal yakni a) air bersih (pemipaan), b) hunian sementara (atap spandek), dan c) sembako dan alat rumah tangga. Program ini telah berhasil membantu total 1.550 KK (sekitar 6.000 jiwa) di 4 dusun (Torean, Tanjungbiru, Lendang Lokokre, Montong Kemuning, Montong Serubuh). Program resmi diakhiri pada 30 April 2019. Namun demikian, rasa kekeluargaan dan perhabatan antara Karina dengan warga Desa Loloan tetaplah belangsung.

“Alhamdulilah kami ucapkan kepada Tuhan yang Mahaesa, karena telah ada lembaga, sosoknya yang sangat membantu tanpa pamrih”, demikian ungkap Bp Purnamawan yang mewakili warga penerima manfaat khususnya warga di Dusun Torean. Akhirnya, semoga program ini bisa membantu warga untuk semakin hidup layak, aman dan bermartabat dalam melanjutkan kehidupan mereka. (Rm Toms)

 

 

© 2010 karinakas.or.id. | +62 274 552126 | karinakas.office@gmail.com