Closing Program Pemulihan Bencana Lombok

Lombok

“Saya mewakili para warga penerima bantuan dari Karina mengucapkan terimakasih atas bantuan yang diberikan kepada kami”, demikian ungkap bapak Usman mewakili seluruh warga penerima bantuan Program Pemulihan Bencana dari jaringan Karina. “Kalau tidak ada bantuan spandex dari Karina, warga mau berteduh di mana, sementara kami sebagai pemerintah desa, menunggu bantuan pemerintah, namun sampai sekarang belum datang”, ungkap ibu Johanti mewakili Kepala Desa Loloan. Itulah kesan pesan yang disampaikan oleh para warga penerima manfaat program, pada acara Penutupan Program Pemulihan Gempa Lombok, yang bertempat di ruang pertemuan di Dusun Torean, Desa Loloan, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara.

Lombok

Selama program pemulihan berlangsung, Karina melibatkan warga sekitar dengan fokus program pada tiga hal yakni a) air bersih (pemipaan), b) hunian sementara (atap spandek), dan c) sembako dan alat rumah tangga. Program ini telah berhasil membantu total 1.550 KK (sekitar 6.000 jiwa) di 4 dusun (Torean, Tanjungbiru, Lendang Lokokre, Montong Kemuning, Montong Serubuh). Program resmi diakhiri pada 30 April 2019. Namun demikian, rasa kekeluargaan dan perhabatan antara Karina dengan warga Desa Loloan tetaplah belangsung.

“Alhamdulilah kami ucapkan kepada Tuhan yang Mahaesa, karena telah ada lembaga, sosoknya yang sangat membantu tanpa pamrih”, demikian ungkap Bp Purnamawan yang mewakili warga penerima manfaat khususnya warga di Dusun Torean. Akhirnya, semoga program ini bisa membantu warga untuk semakin hidup layak, aman dan bermartabat dalam melanjutkan kehidupan mereka. (Rm Toms)

 

 

RESPON BANJIR SIKLON SAVANNAH

Tanggap Bencana DIY

Siklon Tropis Savannah menyebabkan curah hujan meningkat drastis yakni 148 mm/hari (17/3/2019). Hal ini menyebabkan beberapa wilayah di Yogyakarta dan Jawa Tengah mengalami banjir. Banyak warga terkena dampak banjir tersebut, dan beberapa terpaksa harus mengungsi, termasuk warga di beberapa desa di kecamatan Imogiri, DIY.

KARINAKAS bekerjasama dengan relawan dari Gereja Stasi Mater Dei Imogiri, membantu para warga terdampak banjir. Bantuan KARINAKAS yang disalurkan berupa selimut, terpal dan baju pantas pakai. Bantuan diserahkan kepada warga terdampak banjir oleh relawan Gereja Stasi Imogiri yang sebagian besar adalah OMK.

KARINAKAS juga membantu para difabel terdampak bencana di Imogiri dan sekitarnya. Bantuan yang disalurkan kepada mereka berupa paket alat masak, paket alat bersih-bersih rumah, dan obat-obatan bagi difabel. Bantuan disalurkan melalui Tim KARINAKAS dan relawan KARINAKAS. (Rm Toms)

 

 

 

Peletakan Batu Pertama HUNTARA di Sulteng

Huntara

“Terimakasih yang setinggi-tingginya dan sebesar-besarnya kami sampaikan pada Yayasan KARINAKAS atas bantuan Huntara untuk warga kami di sini”, ungkap Ibu Hj. Fadliah Lemba, pada acara Seremonial Pembangunan Huntara (Hunian Sementara) dari KARINAKAS. Ibu Fadliah adalah Sekretaris Kecamatan Biromaru yang hadir mewakili bapak Camat Biromaru yang berhalangan hadir. Hal senada, juga diungkapkan oleh Bapak Agus Lamakarate, Ketua PMI Kabupaten Sigi, yang menambahkan bahwa hadirnya Huntara ini sudah cukup lama ditunggu-tunggu warga.

Hunian sementara ini akan diberikan kepada 117 KK dari Desa Jonooge yang mengungsi di kompleks Desa Pombewe. Mereka semua sudah tidak dapat kembali ke desa tanah asal mereka, karena peristiwa likuifaksi yang menelan rumah dan tanah mereka. Maka sejak persitiwa tersebut sampai sekarang (5 bulan), mereka mengungsi dan tinggal di tenda di kompleks desa Pombewe tersebut. Sampai sekarang mereka juga belum mendapatkan Huntara, padahal banyak warga yang sudah lanjut usia atau yang masih anak-anak. Maka KARINAKAS membangunkan Huntara untuk mereka.

Huntara2

Pembangunan ini dimulai pada tanggal 14 Maret 2019 diawali dengan seremonial “peletakan batu pertama”. Program pembangunan Huntara ini mendapat sambutan hangat dari para warga dan juga PMI yang selama ini membina mereka. Program pembangunan Huntara KARINAKAS ini juga mendapat dukungan yang luar biasa dari Caritas PSE Manado. Semoga dengan program ini, hidup warga yang masih mengungsi tersebut semakin layak dan bermartabat dalam melanjutkan perjuangan hidup mereka.(Rm Toms)

© 2010 karinakas.or.id. | +62 274 552126 | karinakas.office@gmail.com