view

KARINAKAS berkolaborasi dengan Kampung Edukasi Watulumbung mempersembahkan tempat untuk karantina mandiri yang bernama “Griya Karantina Wening”. Griya ini ditujukan untuk para petugas medis dan mereka yang sudah sembuh dari Covid 19, namun masih belum diterima oleh lingkungannya, ataupun mereka karena keinginan sendiri ingin mengkarantina diri. Tempat ini terletak di jalan Panglima Sudirman, Parangtritis, Kretek, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

rumah

Mereka yang akan tinggal di tempat ini, tidak hanya sekedar mengkarantina diri, namun sekaligus juga akan mendapatkan edukasi misalnya bisa belajar seni (lukis atau puisi), belajar seni, mengekspresikan dirinya, dan berefleksi. Mereka juga akan dilatih untuk meditasi untuk meningkatkan kesehatan fisik, mental, dan spiritual, yang akan didampingi oleh Master Rejiden dari India. Meskipun demikian, tempat ini tetap menerapkan protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah dan pemeriksaan kesehatan minimal seminggu sekali.

Griya Karantina Wening ini juga didukung oleh Dokter Katolik Jogja (DKJ) dan Jesuit Refugee Service (JRS). Griya ini sudah diresmikan dan disiapkan penggunaannya pada tanggal 1 Mei 2020 ini. Para peserta bisa mendaftarkan diri pada CP yang tertera. Semoga tempat ini bisa menjadi sarana yang baik dalam rangka bersama-sama berjuang untuk mengatasi pandemi Covid 19 dan menuju Indonesia bangkit. Salam Belarasa.

info

 

Di tengah pandemi wabah Covid 19 ini, Gereja Keuskupan Agung Semarang mewujudkan kepedulian dan keterlibatannya dalam mengurangi penyebaran Covid 19, di wilayah Keuskupan Agung Semarang (KAS). Hal itu diwujudkan dalam berbagi aksi yakni memberikan bantuan APD (Alat Pelindung Diri) yang berupa masker, sarung tangan, cairan pembersih, baju pelindung diri, dan sebagainya. Bantuan diberikan kepada: a) para petugas kesehatan di rumah sakit, klinik dan puskesmas, b) para relawan paroki, dan c) umat ataupun warga KLMTD. Bantuan diberikan dengan menggunakan jasa paket untuk mengurangi aktivitas di luar rumah, dan juga melibatkan relawan setempat atau fasilitator lokal.

Rlawa

Bantuan APD didistribusikan oleh fasilitator lokal

Bantuan APD untuk petugas kesehatan berbeda dengan bantuan untuk umum, misalnya masker medis diberikan kepada petugas kesehatan, sedangkan untuk umum diberikan masker non medis. Bantuan APD ini juga diprioritaskan bagi petugas kesehatan di rumah sakit-rumah sakit kecil, klinik-klinik dan puskesmas, karena mereka sering mengalami kesulitan pengadaan barang APD. Selama melaksanakan aksi kepedulian ini, bantuan APD sudah diberikan untuk rumah sakit ataupun klinik, baik yang katolik maupun non katolik. Bantuan juga diberikan kepada Puskesmas-puskesmas yang sering menjadi garda paling depan dalam pemeriksaan pasien.

Pusk1

Bantuan APD untuk Puskesmas Playen, Gunungkidul

Selain diwujudkan dalam pemberian bantuan APD, aksi kepedulian Gereja KAS juga diwujudkan dengan memberikan bantuan di bidang pangan yakni membagikan sembako dan nasi bungkus. Bantuan di bidang pangan ini diberikan kepada warga dan umat yang KLMTD (kecil, lemah, miskin, tersingkir dan difabel) yang semakin mengalami kesulitan akibat wabah ini. Pembagian sembako ataupun nasi bungkus dilaksanakan oleh paroki-paroki di KAS melalui para relawan paroki setempat. Beberapa paroki di KAS melaksanakan kegiatan sosial dengan membagikan sembako ataupun nasi bungkus, dan ada pula yang membagikan bantuan susu dan makanan untuk balita.

Katerd1

Pembagian nasi bungkus bagi para pekerja informal di Katedral Semarang

Selain oleh relawan paroki setempat, pembagian sembako ataupun nasi bungkus juga dibagikan dengan bekerjasama dengan para relawan mandiri, fasilitator lokal, ataupun komunitas relawan di masyarakat misalnya publik kicthen Yogyakarta. Jejaring dan kerja bersama dalam pembagian bantuan ini penting agar bantuan tersalur tepat sasaran dan tepat waktu dan menjangkau semakin banyak orang.

Dis

Bantuan Sembako dan APD untuk Difabel oleh relawan

Selain memberikan bantuan APD dan bantuan pangan, Gereja KAS juga membantu pengadaan fasilitas kebersihan umum berupa wastafel portabel yang dipasang di pasar-pasar induk misalnya di Pasar Wates, Sleman, Bantul dan Wonosari. Beberapa hari ke depan wastafel portabel akan dipasang di pasar-pasar induk di area utara yakni Semarang dan timur yakni Surakarta. Pasar merupakan tempat yang masih cukup ramai dengan para pedagang dan pembeli, sehingga harapannya wastafel portabel ini dapat digunakan untuk mengurangi penyebaran Covid 19.

Wast1

Bantuan wastafel portabel di Pasar Induk Bantul

Slogan yang diserukan oleh Gereja Keuskupan Agung Semarang untuk aksi ini adalah “KAS Peduli Negeri”. Pelaksanaan kegiatan ini dikoordinir oleh Yayasan KARINAKAS (Karitas Indonesia Keuskupan Agung Semarang) yang bekerjasama dengan Gereja paroki-paroki di KAS, dan dengan berbagai pihak baik pemerintah maupun swasta di wilayah KAS. Sejak tanggal 24 Maret sampai 14 April 2020, bantuan APD sudah diberikan kepada kepada 10 rumah sakit dan klinik Katolik, 5 rumah sakit dan klinik umum, 9 puskesmas yang berada di wilayah KAS. Bantuan berupa masker medis sejumlah 20.500 pcs, masker non medis 11.140 pcs, sarung tangan 15.900 pcs dan beberapa APD lainnya termasuk alcohol, disinfektan, hand sanitizer dan sabun cuci tangan.

Semoga aksi KAS Peduli Negeri ini, semakin membantu mengurangi penyebaran Covid-19, dan membantu mengurangi beban kesulitan para umat dan warga KLMTD, terlebih mereka yang bekerja informal misalnya para tukang becak, pedagang kecil, dan lain sebaginya. Salam belarasa.

 

BRI1

Yayasan KARINAKAS, didukung oleh Yayasan BRIKasih, terus berjuang bersama-sama dengan pemerintah dan berbagai pihak, melawan penyebaran Covid 19. Bentuk kegiatan untuk melawan penyebaran Covid 19 ini adalah pengadaan dan pembagian beberapa komponen APD (Alat Pelindung Diri) yakni masker medis dan non medis, hand sanitizer, dan sabun cuci tangan. Sasaran kegiatan ini adalah para warga dan umat di wilayah Keuskupan Agung Semarang, dan petugas kesehatan baik di klinik-klinik, puskesmas-puskesmas ataupun di rumah sakit-rumah sakit terutama yang menjadi rujukan pasien Covid 19. Total sudah ada sekitar tujuh rumah sakit dan klinik Katolik di Jogja, Solo, Sragen dan, Magelang yang dibantu, serta juga ada beberapa Puskesmas di Wonosari yang dibantu.

BRI2

Selain membagikan APD, KARINAKAS juga mengadakan edukasi dengan membagikan leafleat berisikan hal-hal terkait Covid-19 dan petunjuk praktis singkat menghadapinya. Leaflet dibagikan kepada para warga melalui ketua RW atau Dukuh, dan kepada umat melalui Romo Paroki. Semoga kegiatan ini membantu dalam usaha bersama mengecegah penyebaran Covid 19, dan semoga wabah Covid 19 ini segera berlalu, dan situasi boleh kembali normal. Terimakasih kepada Yayasan BRIKasih yang telah mendukung KARINAKAS usaha bersama mencegah penyebaran Covid 19. (Rm Toms)

 

© 2010 karinakas.or.id. | +62 274 552126 | karinakas.office@gmail.com