PERINGATAN HARI KEBENCANAAN SEDUNIA BERSAMA PAGUYUBAN JAGA BEBAYA KEMBANGGEDE, GUWOSARI, PAJANGAN BA

 

PENGENALAN PENGURANGAN RISIKO BENCANA OLEH MASYARAKAT (PRBOM) DAN PERTOLONGAN PERTAMA PADA KECELAKAAN (P3K)

 

Kegiatan Pengenalan Pengurangan Risiko Bencana Oleh Masyarakat (PRBOM) dan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) yang berlangsung di minggu kedua bulan Oktober (10/10) dihadiri oleh anggota Paguyuban “Jaga Bebaya” dan perwakilan organisasi masyarakat Desa Guwosari. Kegiatan yang berlangsung di setiap hari Minggu di Bulan Oktober ini diselenggarakan sebagai peringatan Bulan Kebencanaan Sedunia.

Ipah anggota Paguyuban Jaga Bebaya yang ditemui pagi itu bercerita bahwa sudah dilakukan kajian-kajian ancaman di wilayah Desa Guwosari pada setiap hari Rabu di tiap minggunya mengenai ancaman di wilayah tersebut. “Bencana tidak bisa dihindari dan dideteksi, jadi kita harus siap-siap menghadapi. Selain gempa, ada ancaman pohon tumbang dan masalah sanitasi.” Kata Ipah.

Koordinator Paguyuban Jaga Bebaya, Heru Subandi mengatakan “Dulu sewaktu ada bencana gempa bumi, kami hanya pasrah dan menerima begitu saja. Kami berharap nanti siap mengantisipasi bencana dan ilmu yang kami dapat bisa mempersiapkan kami seutuhnya apabila bencana tersebut tidak dapat dihindari. Kami hidup di daerah rawan bencana dan menurut Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) masih akan ada gempa yang mengancam.”

Abdul Basir, S.Ag, Lurah Desa Guwosari berharap, “Ada langkah2 antisipasi terhadap apapun bentuk bencana yg mungkin terjadi. Semoga ada KARINAKAS  yang lain dan dapat membentuk kepedulian sesuai dengan karakter masing-masing wilayah. Semoga Paguyuban Jaga Bebaya nanti bisa gethok tular ilmu yang sudah didapat (menularkan ilmu) pada masyarakat lain.”

Dalam kegiatan tersebut ada pula pelatihan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) oleh Palang Merah Indonesia (PMI) yang akan memberikan tips dan trik yang mudah dan sederhana, saat ada kejadian yang membutuhkan pertolongan agar masyarakat dapat bertindak benar. Besar kecilnya risiko akan suatu ancaman yang dihadapi oleh komunitas sangat tergantung dari kapasitas yang dimiliki oleh komunitas itu sendiri. Maka, kita harus mengenali ancaman dan menguatkan kapasitas untuk mengurangi risikonya.

 

 

 

© 2010 karinakas.or.id. | +62 274 552126 | karinakas.office@gmail.com