Erupsi Merapi (26/10 dan 4-6/11) membuat ribuan penduduk di radius 20 km dari puncak meninggalkan kediamannya menuju tempat yang lebih aman. Sleman, Magelang, Klaten, Boyolali adalah empat kabupaten di dua propinsi yang terkena dampak langsung. Material vulkanik (awan panas, kerikil, pasir, dan abu) menjadi menu cuaca harian. Wilayah di area berbahaya tak lagi berwarna-warni. Semuanya tampak abu-abu karena tertutup dengan abu vulkanik. Aroma belerang tercium menyengat tiap kali gerimis mengguyur.

 

Dalam alam pikiran warga lereng Merapi, gunung berapi itu bukanlah sebuah malapetaka. Ketika Merapi menjadi bergejolak, bagi mereka, itu tidak berarti bencana. Hidup mereka sehari-hari sangat erat terkait dengan gunung itu. Sawah dan ladang mereka menjadi subur karena mengandung abu vulkanik yang telah ada di masa-masa lalu. Air mereka tetap bening dan segar karena langsung dari mata air pegunungan yang tidak tercemar oleh polusi tanah. Ternak mereka gemuk dan sehat karena rumput-rumput segar yang tumbuh di lingkungan mereka. Tak mungkin mereka mengatakan Merapi mengamuk ketika letusan terjadi. Menurut mereka, Merapi sedang duwe gawe, punya hajat (Tentunya, ada pemahaman filosofis-spiritual yang memerlukan waktu panjang untuk mengerti maksud mereka). Maka dari itu, sebaiknya memberi kesempatan Merapi untuk menyelesaikan kegiatannya dengan menyingkir sementara.

 

 

LAPORAN SITUASI

TANGGAP DARURAT ERUPSI MERAPI


Area :

  • Kabupaten Sleman, Yogyakarta: Paroki Kalasan
  • Kabupaten Magelang, Jawa Tengah: Paroki Muntilan, Banyutemumpang, Magelang (Ignatius), & Salam.
  • Kabupaten Klaten, Jawa Tengah: Paroki Kebonarum
  • Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah: Paroki Boyolali

Nomer : Sitrep # 2 – Erupsi Merapi

Periode : 2 Desember 2010

Pelapor :

  • Yohanes Baskoro (Koordinator Assessment)
  • Yohanes Bayu (Koordinator Logistik)
  • Dr. Nugroho Budi (Koordinator Medis)
  • Albert Deby H (Public Relation)

 

Sudah tujuh pekan, erupsi Merapi melanda Yogyakarta dan sebagian daerah Jawa Tengah. Hari ini, Merapi menampakan keluguannya ; seperti tak pernah terjadi apa-apa. Tercatat sejak 26 Oktober 2010 lalu, Merapi sudah memuntahkan isi perutnya sebanyak 140 juta meter kubik.  Lava pijar dan awan panas yang menjadi ancaman utama telah meluluhlantakn desa yang berada 5 km kearah selatan dan baratdaya. Saat ini, ancaman sekunder adalah banjir lahar dingin di aliran sungai yang berhulu Merapi.

Kementrian Energi dan Sumberdaya Mineral sejak tanggal 12 November 2010 sudah mengamati aliran lahar dingin Gunung Merapi yang memenuhi sungai dari Merapi dari arah tenggara, selatan, barat daya, barat dan barat laut. Debit air yang mengalir di Kali Woro, Kali Gendol, Kali Kuning, Kali Boyong, Kali Bedog, Kali Krasak, Kali Bebeng, Kali Sat, Kali Lamat, Kali Senowo, Kali Trising, dan Kali Apu perlu diamati setiap harinyakarena air hujan tidak mampu ditampung di aliran kali tersebut dan dapat mengancam pemukiman disekitarnya. Jembatan Srowol di desa Progowati, Kecamatan Mungkid, Magelang yang menghubungkan Magelang dan KulonProgo, Yogyakarta rusak akibat aliran lahar dingin. Sementara, jembatan Gondowangi di Desa Gondowangi, Kecamatan Sawangan ambruk. Banjir lahar dingin juga membuat jaringan irigasi rusak di 16 titik di Kabupaten Magelang.

LAPORAN SITUASI

TANGGAP DARURAT ERUPSI MERAPI


Area :

  • Kabupaten Sleman, Yogyakarta: Paroki Kalasan
  • Kabupaten Magelang, Jawa Tengah: Paroki Muntilan, Banyutemumpang, Magelang (Ignatius), & Salam.
  • Kabupaten Klaten, Jawa Tengah: Paroki Kebonarum
  • Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah: Paroki Boyolali

Nomer : Sitrep # 22 – Erupsi Merapi
Periode : 27 November 2010
Pelapor :

  • Yohanes Baskoro (Koordinator Assessment)
  • Yohanes Bayu (Koordinator Logistik)
  • Dr. Nugroho Budi (Koordinator Medis)
  • Albert Deby H (Public Relation)

 

LAPORAN SITUASI

TANGGAP DARURAT ERUPSI MERAPI


Area :

  • Kabupaten Sleman, Yogyakarta: Paroki Kalasan
  • Kabupaten Magelang, Jawa Tengah: Paroki Muntilan, Banyutemumpang, Magelang (Ignatius), & Salam.
  • Kabupaten Klaten, Jawa Tengah: Paroki Kebonarum
  • Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah: Paroki Boyolali

Nomer : Sitrep # 19 – Erupsi Merapi
Periode : 20 November 2010
Pelapor :

  • Yohanes Baskoro (Koordinator Assessment)
  • Yohanes Bayu (Koordinator Logistik)
  • Dr. Nugroho Budi (Koordinator Medis)
  • Albert Deby H (Public Relation)

 

 

KARINAKAS kedatangan seorang relawan yang mengkoordinasi sebuah posko pengungsi Merapi di Bantul. Beliau adalah seorang guru SD Semuten Jatimulyo, ibu muda ini bernama Wiwit. Dia datang ke KARINAKAS membawa data – data pengungsi Merapi yang tinggal di desanya, untuk membantu pengungsi yang tinggal tersebar di wilayahnya.

 

Senin lalu(8/11), anak – anak sudah mulai bersekolah. Anak – anak pengungsi dari Cangkringan dan sekitarnya diikutkan di sekolah di sekitar Kecamantan Dlingo Bantul. Mbak Wiwit rela mencarikan seragam pantas pakai dari kolega – koleganya untuk anak – anak yang mengungsi supaya mereka bisa bersekolah sementara hingga mereka pulang kembali ke kampungnya.

 

T : Peran Relawan di Boyolali (Paroki Boyolali) apa saja?
J : Kami melayani para pengungsi selama mereka hidup di pengungsian (Gereja HTB Santa Perawan Maria) hingga pendampingan recovery paca bencana. Setelah mereka pulang dari pengungsian, mereka masih belum bisa memenuhi kebutuhan mereka. Mereka belum bisa langsung bekerja, perlu waktu untuk membenahi rumah dan mungkin lahan.

T : Pengungsi di Gereja Boyolali terhitung banyak, apakah ada yang tidak kebagian bantuan?
J: Tidak ada, kalau pun ada yang tidak kebagian, itu karena mereka datangnya terakhir atau pernah tinggal di posko lain dan berpindah-pindah tetapi mereka masih ada dalam satu wilayah yang dikoordinasikan oleh ketua kelompoknya masing-masing.

 

 

LAPORAN SITUASI
TANGGAP DARURAT ERUPSI MERAPI


Area :
Kabupaten Sleman, Yogyakarta: Paroki Kalasan
Kabupaten Magelang, Jawa Tengah: Paroki Muntilan, Banyutemumpang, Magelang (Ignatius), & Salam.
Kabupaten Klaten, Jawa Tengah: Paroki Kebonarum
Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah: Paroki Boyolali

Nomer : Sitrep # 20 – Erupsi Merapi
Periode : 22 November 2010

Pelapor :
Yohanes Baskoro (Koordinator Assessment)
Yohanes Bayu (Koordinator Logistik)
Dr. Nugroho Budi (Koordinator Medis)
Albert Deby H (Public Relation)

© 2010 karinakas.or.id. | +62 274 552126 | karinakas.office@gmail.com