http://i1025.photobucket.com/albums/y312/karinakas_jogja/Web%20Upload/c5f92c4f-6fe5-4503-8ca4-691224f9a22b_zpsb2df9c58.jpg

 

Asupan gizi yang kurang pada ibu hamil dan anak-anak, virus, penyakit, sanitasi/lingkungan yang buruk, bencana alam, dll. adalah beberapa penyebab seseorang menjadi difabel. Boyolali sebagai daerah yang berada di sebelah utara Gunung Merapi, tentunya harus selalu waspada terhadap bencana alam letusan  gunung yang teraktif di dunia ini. Menyadari hal ini, KARINAKAS bekerjasama dengan Paroki Boyolali menyelenggarakan seminar Pengenalan Difabilitas, pada Minggu, 24 November 2013. Kegiatan diikuti oleh 18 orang peserta,  yang melibatkan tim APP, Bidang Paguyuban, Bidang Pelayanan, Pendamping PIA, Tim Kerja Panggilan, perwakilan dari lingkungan, guru dan juga tidak ketinggalan orang muda.

 

Kabupaten Bantul telah mempunyai peraturan daerah tentang difabilitas, yaitu Perda No. 1 Tahun 2010 tentang Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial bagi Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS). Sayangnya, materi atau isi (content of law) yang terkait dengan difabel sangatlah sedikit dan jauh dari ketentuan-ketentuan yang diamanatkan dalam konvensi hak difabel sebagaimana telah diratifikasi oleh pemerintah Indonesia. Lebih jauh lagi, peraturan bupati sebagaimana diamanatkan dalam perda tersebut belum ditetapkan. Persoalan in dinyatakan oleh Forum Komunikasi Difabel Bantul pada acara Audiensi dengan SKPD terkait yang dimediasi oleh Komisi D bertempat di ruang Komisi D DPRD Kabupaten Bantul, Kamis 5 Desember 2013.

 

Forum Komunikasi Difabel Bantul  Mendorong Diterbitkannya Kebijakan Pro Difabel

 

http://i1274.photobucket.com/albums/y433/karinakas/579d76bd-04da-4911-b5f0-1178b9d0c29e_zps75ee748e.jpg

Yogyakarta, 17 Oktober

Peningkatan kapasitas sumberdaya manusia dalam sebuah organisasi dengan tujuan untuk  memajukan sebuah program adalah suatu hal yang mutlak dilakukan supaya  mampu menjawab semua hambatan yang terjadi selama berjalannya program di masyarakat. Caritas Maumere dalam tahun ke 2 menjalankan program RBM (Rehabilitasi Bersumberdaya Masyarakat) di tiga area yaitu di Ende, Maumere dan Larantuka.

 

http://i1274.photobucket.com/albums/y433/karinakas/cecad9b3-29b8-4b96-b387-6c276afa3c11_zps24ae1d61.jpg

Yogyakarta, 25 September

Selama 2 hari berturut-turut,24 – 25 September 2013, Program CBR KARINAKAS  menyelenggarakan Pelatihan CBR/ RBM bagi 2 Desa di area dampingan Bantul, yaitu Desa Sriharjo Kecamatan Imogiri dan Desa Panjangrejo Kecamatan Pundong. Pelatihan diikuti oleh berbagai elemen desa, yaitu Paguyuban Peduli Difabel Desa, Kader PKK, SHG, Kader Posyandu, Kepala Dusun, Pejabat Pemerintah Desa, Badan Perwakilan Desa (BPD), Kader PAUD, Puskesmas, Sekolah Inklusi, dan SLB. Tujuannya, memperkuat pemahaman para pelaku CBR tentang  isu difabilitas dan  menyusun perencanaan program desa yang mengarah pada pendekatan program CBR . Untuk Desa Sriharjo, pelatihan diselenggarakan di aula Puskesmas Imogiri II, sedangkan untuk Desa Panjangrejo bertempat di ruang pertemuan Balai Desa Panjangrejo.
 

http://i1184.photobucket.com/albums/z332/albertdeby/d587ca77-1695-4280-98e1-a241df37bd1f_zpse99b1b32.jpg

Sukoharjo (4/9)

Bupati Sukoharjo, Wardoyo Wijaya, mengukuhkan Tim RBM Kabupaten Sukoharjo di pendopo Graha Satya Praja, pada Rabu, 4 September 2013. Bersamaan dengan itu, diresmikan pula tim Monitoring Evaluasi Pemda dan Tim SAR. Tiga tim yang diresmikan ini merupakan hasil amanat perda untuk mendukung kerja SKPD kabupaten Sukoharjo. Acara ini dihadiri oleh kurang lebih 400 peserta dari berbagai pihak (anggota masing-masing tim, SKPD, perangkat kabupaten,dsb).

 

http://i1274.photobucket.com/albums/y433/karinakas/2e06c3d3-7c54-43c7-91da-12c63797cdc8_zps3ef5807c.jpg

Sukoharjo (1/08)

Perwakilan dari Badan Penelitian dan Pengembangan Kementrian Kesehatan Indonesia berkunjung ke Sanggar Tunas Bangsa yang didampingi oleh KARINAKAS. Sanggar ini merupakan sanggar yang mengusung metode Rehabilitasi Bersumberdaya Masyarakat dalam pendampingan terhadap difabel dan komunitasnya.

Sanggar Tunas Bangsa yang dirintis oleh komunitas difabel dan masyarakat di desa Nguter, kecamatan Nguter, Kabupaten Sukoharjo, sudah dikenal baik oleh pemerintah daerah. Bahkan, pemerintah daerah Sukoharjo melalui Bupati turut berperan pula dalam memperkenalkan Sanggar ini di tingkat nasional. Tak heran jika Kementrian Kesehatan tertarik dengan dinamika sanggar dan bermaksud meneliti dengan lebih dalam.

 

http://i1274.photobucket.com/albums/y433/karinakas/32745cd1-e745-4000-8117-9269f26e3797_zps94b26eb3.jpg

(Trirenggo Bantul, 27 Juni 2013)

“Mendongeng untuk anak-anak sudah sangat jarang dilakukan oleh para orang tua pada zaman ini. Anak-anak lebih banyak disuguhi oleh tayangan sinetron di televisi, film dari luar negeri, games online, dan lain-lain. Dahulu cerita rakyat muncul karena belum ada televisi, belum ada foto/kamera. Konon wayang adalah salah satu kebudayaan asli  Indonesia”.Itulah yang disampaikan pendongeng Resha mengawali acara Belajar Mendongeng yang merupakan salah satu rangkaian program kegiatan IPP-CISV (International People’s Project-Children International Summer Village) bekerjasama dengan KARINAKAS program CBR/RBM Bantul sejak tanggal 19 Juni - 3 Juli 2013.

 

 

http://i.imgur.com/qGegGSf.jpg

..sepenggal cerita dari Lombok Utara


"Di sana, pak. Masih naik lagi. Paling atas. Paling ujung," seru Nuraini (25) padaku sambil menghela nafas panjang di gang sempit mendaki. "Sini, ibu. Saya bawakan terpalnya," ujarku menawarkan bantuan. Diserahkan terpal yang dibawanya. Satu plastik penuh paket bantuan diletakkan diatas kepalanya. Seorang anak kecil tampak girang, membawa matras tidur baru, mengikutinya. Ilham (5), lelaki kecil itu, adalah anak tunggal Nuraini.

 

Dusun Montong, desa Jenggala, kecamatan Tanjung, adalah satu dari puluhan, bahkan mungkin ratusan dusun yang tercabik oleh gempa bumi pada 22 Juni 2013 yang lalu di kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat. Menurut Sumadi, kepala dusun, ada 64 rumah rusak. Nuraini hanyalah satu dari dua puluhan rumah yang rusak berat. Separuh rumahnya hancur.

© 2010 karinakas.or.id. | +62 274 552126 | karinakas.office@gmail.com