Pagi itu (Rabu,2 Mei 2013, 10.00) suara riuh anak-anak PAUD Tunas Bangsa di desa Nguter Sukoharjo Jawa Tengah sangat jelas terdengar. Mereka telah usai mengikuti kegiatan belajar.  Persis di sebelah kanan ruang PAUD telah berkumpul kurang lebih 9 anak dengan beragam difabilitas didampingi orang tua atau pendampingnya masing-masing sedang melakukan aktivitas terapi. Di antaranya anak dengan gangguan pendengaran, CP (Layu Otak), hiperaktif, juga grahita. Mereka datang dari beberapa desa di Kecamatan Nguter, bahkan ada juga dari Selogiri Wonogiri  Jawa dan Karanganyar Jawa Tengah.

http://i1274.photobucket.com/albums/y433/karinakas/c27abb01-e92d-4baa-8e68-172d5758d382_zps5a9a8580.jpg

Beberapa alat permainan yang sekaligus sebagai media terapi tersedia di sana seperti: bola, tenda plastik, kuda-kudaan, kertas lipat, pewarna, standing table, dll. Ruangan ini juga dihiasi dengan pernak-pernik karya kreasi anak-anak yang tergantung di dinding, dll.

Sehono (37th) tersenyum ketika beberapa tamunya terheran-heran dengan ceritanya tentang panen lomboknya yang bisa 70 kali petik dalam satu tahun. Lahan kering di lereng timur Merapi diubahnya menjadi ladang sayuran yang menguntungkan. Bahkan, ia mampu “meracuni” tetangga-tetangganya untuk berani melepaskan ketergantungan pada hutan di lereng Merapi.

 

http://i1274.photobucket.com/albums/y433/karinakas/IMG_1527_zps1233f4ed.jpg

Sehono dan Romo Banu Kurnianto (KARINAKAS)

 

Sehono (37th) tersenyum ketika beberapa tamunya terheran-heran dengan ceritanya tentang panen lomboknya yang bisa 70 kali petik dalam satu tahun. Lahan kering di lereng timur Merapi diubahnya menjadi ladang sayuran yang menguntungkan. Bahkan, ia mampu “meracuni” tetangga-tetangganya untuk berani melepaskan ketergantungan pada hutan di lereng Merapi.

http://i1184.photobucket.com/albums/z332/albertdeby/IMG_1158.jpg
Sukoharjo, (1/11)

Sanggar Anak Inklusi desa Nguter, Kecamatan Nguter, Kabupaten Sukoharjo dipercaya oleh pemerintah desa untuk menyelenggarakan kegiatan Rehabilitasi Bersumberdaya Masyarakat (RBM). Bahkan, Koperasi Pegawai Negeri Kecamatan Nguter menyediakan bangunan yang dapat digunakan untuk pelaksanaan rencana program RBM.

Awalnya,  KARINAKAS bersama dengan para kader-kader kesehatan dan perangkat pemerintahan desa memulai  langkah awal program RBM dengan merintis berdirinya PAUD Inklusi. Dalam perjalanannya, tanggapan dari masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya cukup positif. PAUD berkembang menjadi Sanggar Anak Inklusi yang memiliki banyak kegiatan.

http://i1184.photobucket.com/albums/z332/albertdeby/C9536353-5C27-4BD8-9340-9ACFCE07E239-5758-000005748CA97A37.jpg

Yogyakarta, 30 Oktober 2012

 

Pada Sabtu, 27 Oktober 2012, Catholic Aid Agency for England and Wales (CAFOD) mengunjungi komunitas dampingan KARINAKAS di lereng Merapi, tepatnya di desa Tegalmulyo, kecamatan Kemalang, Kabupaten  Klaten. Bersama dengan staff KARINAKAS, rombongan CAFOD berdialog di area 6 km dari puncak gunung Merapi.

Rombongan CAFOD terdiri dari para partner dari negara Vietnam, Myanmar, Kamboja, dan Filipina. Mereka datang ke Indonesia untuk menghadiri event AMCDRR (Asian Ministry Conference – Disaster Risk Reduction / Konferensi Menteri Asia – Pengurangan Risiko Bencana) yang berlangsung pada 22 – 25 Oktober 2012. Sebagai bahan pengayaan mereka, kunjungan ke lapangan diperlukan. Dan, KARINAKAS selaku anggota Caritas Internationalis memfasilitasi kebutuhan tersebut.


Dikusi dengan warga Tegalmulyo cukup menarik. Diperlukan penerjemah yang mampu berbahasa Inggris, Indonesia, sekaligus bahasa Jawa mengingat nara sumber dari desa lebih banyak menggunakan bahasa Jawa. Pertemuan ini dilaksanakan di pematang ladang dengan pandangan langsung ke puncak Merapi.


Sesudah pertemuan dan diskusi dengan warga, rombongan menuju area jalur yang dilalui oleh awan panas ketika terjadi erupsi Merapi.

 

 

 

http://i1184.photobucket.com/albums/z332/albertdeby/IMG_6006.jpg
Yogyakarta, 28 Oktober 2012

Pada Minggu, 21 dan 28 Oktober 2012, anak-anak anggota KOMBA dari 3 desa dampingan RBM KARINAKAS Bantul mengadakan kegiatan outbound di Kampung Dolanan, Pojok Budaya, Sewon, Bantul. Pada hari pertama, kegiatan diikuti oleh 31 anak termasuk 7 anak diantaranya adalah ABK (Down-syndrome, Tuna Netra, SCI, Tuna Grahita) dari KOMBA dusun Plebengan, Sidomulyo dan dusun Kralas, Canden. Hari kedua diikuti oleh 31 anak termasuk 7 ABK (Down-syndrome, CP,  SCI, Tuna Grahita dan Tuna Rungu Wicara) dari dusun Gaten dan Srayu, Canden dan dusun Jamprit, Panjangrejo.

 

http://i1184.photobucket.com/albums/z332/albertdeby/B45B0A6F-C4FE-4921-AF4D-A49CF7DD084A-762-0000009DA15368C6.jpg
Yogyakarta, 25 Oktober 2012

KARINAKAS mengadakan pelatihan PRB-KPRB (Pengurangan Resiko Bencana-Kajian Partisipatif Resiko Bencana) bagi para relawan di dua komunitas dampingan. Kegiatan ini dilaksanakan pada 21 – 25 Oktober 2012 di Wisma Joglo Yogyakarta.

Setelah melakukan kajian selama 2 bulan, program PRB KARINAKAS telah menentukan dua komunitas dampingan baru, yaitu desa Melikan di kabupaten Klaten dan desa Tegalrejo di wilayah kabupaten Gunung Kidul.

 

http://i1184.photobucket.com/albums/z332/albertdeby/IMG_1068.jpg
Yogyakarta, 12 Oktober 2012

Tiga tim pengelolaan air mengikuti pelatihan manajeman pengelolaan air yang dieselenggarakan KARINAKAS. Tiga tim tersebut berasal dari Desa Talun, Desa Sidorejo dan Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang, Provinsi Jawa Tengah. Kegiatan ini dilakukan pada 11 – 13 Oktober 2012, Wisma Duta Wacana, Kaliurang, Yogyakarta.

 

http://i1184.photobucket.com/albums/z332/albertdeby/IMG_0989.jpg
Bantul, 26/9

Kelompok mandiri difabel di lima desa bertemu untuk membahas perencanaan strategis tim RBM desa di Pasar Seni Gabusan, Bantul. Kegiatan yang dilaksanakan selama dua hari ini  dihadiri oleh 19 orang perwakilan difabel dari desa Canden, Panjangrejo, Sidomulyo, Trirenggo, dan Sriharjo.

Angga Yanuar, Koordinator Lapangan Program RBM Bantul KARINAKAS, menyatakan bahwa rencana strategis Dewan RBM Kabupaten Bantul akan dilaksanakan hingga tingkat desa. “ Maka, desa harus disiapkan supaya cita-cita di tingkat kabupaten dapat dilaksanakan secara nyata di tingkat desa,” kata Angga Yanuar.

 

© 2010 karinakas.or.id. | +62 274 552126 | karinakas.office@gmail.com