http://i1184.photobucket.com/albums/z332/albertdeby/IMG_8568.jpg

Proses pembangunan gedung pelayanan kesehatan Paroki St.Yohanes Rasul Pringwulung dan kantor KARINAKAS diawali dengan peletakan batu pertama oleh Vikaris Jendral Keuskupan Agung Semarang, Rm. Pius Riana Prapdi.

 

http://i1184.photobucket.com/albums/z332/albertdeby/IMG_0843.jpg

Serah terima jabatan Direktur KARINAKAS dilaksanakan pada 2 Agustus 2012. Secara resmi, tampuk pimpinan diserahkan oleh Bapak Methodius Kusumahadi kepada Romo Antonius Banu Kurnianto. Dihadiri oleh Vikaris Jendral Keuskupan Agung Semarang, acara dilangsungkan dengan sederhana dengan disaksikan pula oleh para Manager Program KARINAKAS. 

 

KARINAKAS 2006

 

Gempa 27 Mei 2006 menjadi momentum KARINAKAS untuk memulai pelayanannya kepada korban gempa. Pada waktu itu, kantor berpusat di gereja St. Fransiskus Xaverius Kidul Loji, beberapa meter dari Titik Nol kota Yogyakarta. Dimulai dari sebuah semangat kerelawanan, empati pada rasa kemanusiaan yang dibela, Mgr. Ig. Suharyo,Pr memberi mandat untuk melayani mereka yang Kecil, Lemah, Miskin, Tersingkir dan Difabel tanpa terbatasi oleh sekat suku, agama, ras dan antargolongan. KARINAKAS didukung oleh organisasi anggota Caritas Internationalis (Caritas Internationalis Member Organizations / CIMOs) dari berbagai negara yang saat itu datang ke Yogyakarta.

 

Dimulai dari penyediaan bantuan logistik dan non logistik bantuan lokal, nasional dan internasional, relawan bergerak membantu mereka yang paling membutuhkan dan belum terbantu oleh lembaga dan pemerintah.

 

Masih melekat di ingatan mengenai berita koin peduli Prita Mulyasari dan Bilqis. Mereka adalah sebagian dari orang yang berada di sebuah keadaan yang mengundang simpati dan empati masyarakat. Kasus Prita Mulyasari yang berawal dari sebuah curahan hati di milis karena pelayanan yang menurutnya merugikan konsumen, hingga berujung pada meja hijau. Sedangkan Bilqis yang berjuang mendapatkan uluran tangan untuk transplantasi hati.  Sayangnya, belum sempat impian itu terwujud, sudah lebih dahulu dipanggil Yang Kuasa. Simpati dan empati masyarakat tercurah pada saat itu. Banyak gerakan pengumpulan koin untuk membantu mereka. Masyarakat tanpa dipimpin tergerak untuk membela rasa penderitaan yang tengah dialami oleh Prita Mulyasari dan Bilqis.

 

Fenomena tersebut memununculkan gerakan pengumpulan koin sebagai aksi solidaritas. Koin- koin yang terkumpul adalah bentuk empati dan kebersamaan dari sebuah pembelaan rasa yang perlu dipikul bersama. Sebuah simbol kekuatan masyarakat terhadap ketidakadilan dan ketidak berdayaan yang perlu diperjuangkan. Rasa setia kawan, satu rasa, diantara masyarakat yang memimpin mereka untuk meringankan penderitaan.

 

Bertemu dengan Uskup Agung Semarang, Mgr. Pujasumarta adalah sebuah kesempatan yang dinantikan. Peserta adalah staff KARINAKAS, bertempat di Realino Universitas Sanata Dharma(24/08), turut serta Caritas Germany dalam sarasehan tersebut. Dalam persentasinya, KARINAKAS memperkenalkan seluruh program pelayanan di wilayah Keuskupan Agung Semarang. Penyampaian kegiatan – kegiatan program sore itu dipaparkan oleh Albert Deby sebagai perwakilan lembaga.

 

Pada kesempatan tersebut, Bapak Uskup yang bernama lengkap Johannes Maria Trilaksyanto Pujasumarta bercerita mengenai sebuah cerita sebelum Merapi erupsi mengenai percakapan seorang Kyai dan para santrinya.

Yogya (16/5)

Yogyakarta pagi ini lebih cerah dari biasanya. Harapan untuk hidup lebih baik seakan dikuatkan oleh hangatnya matahari pagi. Di tengah suasana yang penuh semangat, datanglah informasi yang mengejutkan. Alvian David Triatmaja meninggal dunia. Sumini, ibunya,  kehilangan anak bungsunya yang sejak dua minggu lalu berjuang dan diperjuangkan hidupnya yang terancam gizi buruk, TBC, dan hernia.

 

22 kursi roda, 3 kruck, dan 3 walker dibagikan. Bertempat di Balai Desa Ceporan, Kecamatan Gantiwarno, Kabupaten Klaten anak-anak CP bersama dengan orang tua mereka diundang untuk acara pembagian kursi roda, kruck dan walker secara resmi. United Cerebral Palsy Roda Untuk Kemanusiaan Indonesia (UCP RUKI) dan KARINAKAS bekerjasama menangani anak-anak CP di Kabupaten Klaten.

Hari yang sungguh membahagiakan bagi anak-anak Cerebral Palsy (CP/ Layuh Otak) Klaten hari Kamis (08/07) lalu.22 kursi roda, 3 kruck, dan 3 walker dibagikan. Bertempat di Balai Desa Ceporan, Kecamatan Gantiwarno, Kabupaten Klaten anak-anak CP bersama dengan orang tua mereka diundang untuk acara pembagian kursi roda, kruck dan walker secara resmi. United Cerebral Palsy Roda Untuk Kemanusiaan Indonesia (UCP RUKI) dan KARINAKAS bekerjasama menangani anak-anak CP di Kabupaten Klaten.

 

Semangat  Menuju Kehidupan Lebih Baik

Kelakukan kita terhadap kehidupan, menentukan sikap kehidupan terhadap kita.

Our attitude toward life determines life’s attitude towards us.
~ Earl Nightingale


 

“Saya berulang kali belajar berjalan mbak, memang sulit dan saya hampir saja menyerah. Tadinya saya berpikir, ya sudah lah.. mungkin memang saya harus begini.” Katanya sedih

Kelakukan kita terhadap kehidupan, menentukan sikap kehidupan terhadap kita.

Our attitude toward life determines life’s attitude towards us.
~ Earl Nightingale

 

© 2010 karinakas.or.id. | +62 274 552126 | karinakas.office@gmail.com