LAPORAN SITUASI

TANGGAP DARURAT ERUPSI MERAPI


Area :

  • Kabupaten Sleman, Yogyakarta: Paroki Kalasan
  • Kabupaten Magelang, Jawa Tengah: Paroki Muntilan, Banyutemumpang, Magelang (Ignatius), & Salam.
  • Kabupaten Klaten, Jawa Tengah: Paroki Kebonarum
  • Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah: Paroki Boyolali

Nomer : Sitrep # 16 – Erupsi Merapi
Periode : 13 November 2010

Pelapor :

  • Yohanes Baskoro (Koordinator Assessment)
  • Yohanes Bayu (Koordinator Logistik)
  • Albert Deby H (Public Relation)

 

LAPORAN SITUASI

TANGGAP DARURAT ERUPSI MERAPI


Area :

  • Kabupaten Sleman, Yogyakarta: Paroki Kalasan
  • Kabupaten Magelang, Jawa Tengah: Paroki Muntilan, Banyutemumpang, Magelang (Ignatius), & Salam.
  • Kabupaten Klaten, Jawa Tengah: Paroki Kebonarum
  • Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah: Paroki Boyolali

Nomer : Sitrep # 16 – Erupsi Merapi

Periode : 13 November 2010

Pelapor :

  • Yohanes Baskoro (Koordinator Assessment)
  • Yohanes Bayu (Koordinator Logistik)
  • Albert Deby H (Public Relation)

Sudah berlalu selama kurang lebih tiga pekan erupsi merapi berlalu. Status masih awas hingga hari ini. Masih ada pengungsi yang bertahan di barak pengungsian dan juga yang tersebar di rumah – rumah penduduk terutama mereka yang mengungsi dari zona yang  masih dinyatakan belum aman.

 

Erupsi Merapi menggugah nurani kemanusiaan dan solidaritas kita. Merapi menelan korban hingga 259 jiwa. Melumpuhkan sendi perekonomian,transportasi, pariwisata, peternakan, dan perekonomian yang sedang merangkak untuk kembali bangkit. Namun, dari suatu kejadian tentunya ada hikmah yang bisa di petik.

 

LAPORAN SITUASI

TANGGAP DARURAT ERUPSI MERAPI


Area :

  • Kabupaten Sleman, Yogyakarta: Paroki Kalasan
  • Kabupaten Magelang, Jawa Tengah: Paroki Muntilan, Banyutemumpang, Magelang (Ignatius), & Salam.
  • Kabupaten Klaten, Jawa Tengah: Paroki Kebonarum
  • Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah: Paroki Boyolali

Nomer : Sitrep # 18 – Erupsi Merapi
Periode : 19 November 2010

Pelapor :

  • Yohanes Baskoro (Koordinator Assessment)
  • Yohanes Bayu (Koordinator Logistik)
  •  ·       Dr. Nugroho Budi (Medical Coordinator)
  • Albert Deby H (Public Relation)

 

Kala Tuna Netra Turut Andil Donasi Untuk Merapi

 

Ternyata posko tidak melulu berisi tumpukan karung beras, gula, mi instan,  sabun, dan pasta gigi, ini dia posko yang berisi relawan pijat “ Posko Pijat Tuna Netra Peduli Merapi”. Donasi pijat tergolong sangat unik. Relawan – relawan tuna netra ini ada 9 orang yang bergantian setiap hari memijat relawan dan pengungsi. Mereka rela tanpa mengantongi serupiah pun memijat relawan ataupun pengungsi Merapi. Secara sukarela para tuna netra ini yang tergabung dalam anggota Dewan Rehabilitasi Difabel Bersumberdaya Masyarakat dan Persatuan Tuna Netra Indonesia yang ada di Klaten bersama KARINAKAS membuat posko pijat.

 

Posko pijat ini dibuka tanggal 17 November dan berakhir 19 November 2010. Posko ini bertempat di Kantor Pemda Klaten. Ternyata bantuan tidak selalu harus materi, barang , ataupun makanan. Pijat pun bisa jadi suatu donasi. Selain relawan bisa melepas lelah setelah wara – wiri atau angkut bantuan kesana kemari. Pengungsi pun boleh pijat gratis untuk melepas penat selama mengungsi.

 

 

 

LAPORAN SITUASI

TANGGAP DARURAT ERUPSI MERAPI


Area :

  • Kabupaten Sleman, Yogyakarta: Paroki Kalasan
  • Kabupaten Magelang, Jawa Tengah: Paroki Muntilan, Banyutemumpang, Magelang (Ignatius), & Salam.
  • Kabupaten Klaten, Jawa Tengah: Paroki Kebonarum
  • Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah: Paroki Boyolali

Nomer : Sitrep # 21 – Erupsi Merapi
Periode : 24 November 2010
Pelapor :

  • Yohanes Baskoro (Koordinator Assessment)
  • Yohanes Bayu (Koordinator Logistik)
  • Dr. Nugroho Budi (Koordinator Medis)
  • Albert Deby H (Public Relation)

 

Dampak erupsi Merapi salah satunya adalah psikologis survivors, hal ini menjadi perhatian KARINAKAS.  Erupsi Merapi masih berlangsung meski tidak separah tanggal 5 November 2010 lalu. Sebagian survivors sudah kembali ke rumah mereka yang terletak di zona aman. Pendampingan psikososial KARINAKAS bekerjasama dengan komunitas Tlatah Bocah, Universitas Katolik Soegijapranata, dan Dinamika Edukasi Dasar.

Tim pendampingan psikososial yang dilakukan kepada survivors Merapi di Magelang dilakukan secara personal untuk pengungsi dewasa. Hal ini mengalami kendala dalam melakukan pendampingan karena survivors sulit untuk mengungkapkan permasalahan yang sedang dihadapi dengan jujur.

Posko yang dilayani psikososial oleh UNIKA Soegijapranata adalah Posko Golkar, UMM, Yogadharma, Bulog, GOR PT Kertas Blabak, Dusun Gedangan, Kelurahan Blabak, Posko Mungkid, dan Posko STT.

Belarasa untuk survivors Merapi (29/11) dilakukan KARINAKAS bersama Dinamika Edukasi Dasar (DED), kegiatan ini bertujuan untuk mengurangi beban psikologis anak – anak selama mereka mengungsi. Menurut keterangan Happy Wijayanti guru SD Tarakanita Tritis, anak – anak yang mengungsi cenderung hiperaktif dan sulit diatur dan murid yang cenderung pendiam menjadi semakin pendiam.  Kondisi psikologis anak – anak selama mengungsi  sehingga mempengaruhi perilaku anak- anak sejak mereka tinggal di barak pengungsian.

Pendampingan psikososial  DED dan KARINAKAS kali ini ada di Rumah Relokasi Turgo Sudimoro Purwobinangun Pakem Sleman. Pendampingan dilakukan untuk anak-anak SD Tarakanita Tritis Purwobinangun Pakem Sleman, mereka yang masih duduk di SD ada 81 anak dan TK 15 anak.

© 2010 karinakas.or.id. | +62 274 552126 | karinakas.office@gmail.com