G1

Apa yang dilakukan saat terjadi gempa bumi? Berikut ini panduan sederhana ketika terjadi gempa bumi.

G2

 

KARINAKAS dengan dukungan penuh dari Caritas Germany Country Office Indonesia atau CGI, melaksanakan Eldery Project atau Program Pendampingan Lansia. Program ini dilaksanakan di dua tempat yakni: Desa Girikerto, Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman, dan Desa Karangasem, Kecamatan Paliyan, Kabupaten Gunungkidul, D.I. Yogyakarta.

Lansia1

Audiensi dengan PemKab Gunungkidul

Lansia2

Audiensi dengan PemKab Sleman

Program mulai dilaksanakan sejak Juni 2022, yang diawali dengan kegiatan koordinasi kepada pihak-pihak terkait yakni Pemerintah Kabupaten Gunungkidul dan Sleman, Pemerintah Desa Karangasem dan Girikerto, serta Dinas-dinas dan Stakeholder terkait. Setelah melaksanakan koordinasi, maka dilanjutkan dengan pre assessment dengan pihak-pihak tersebut. 

Lansia3

Pre assessment dengan PemKab Gunungkidul

Lansia4

Pre assessment dengan PemKab Sleman

Fokus utama pada tahun pertama Program Lansia ini adalah pendataan secara mendetail situasi kondisi lansia di seluruh dusun pada kedua desa tersebut di atas. Berangkat dari data tersebut maka harapannya akan ditemukan intervensi yang tepat dalam mendampingi para lansia saat ini dan ke depannya. 

Lansia5

Lansia6

Kunjungan ke Panti Lansia

Program Lansia ini mendapat sambutan baik dari Pemerintah Kabupaten Gunungkidul dan Pemerintah Kabupaten Sleman. Semoga Program ini dapat berjalan dengan lancar sesuai harapan, menjadi berkah bagi para lansia serta keluarganya, dan dapat menjadi tanda kehadiran Gereja yang hidup, peduli dan terlibat di tengah-tengah masyarakat. Salam belarasa. 

Lansia7

Lansia 7

Salam Lansia!!!

 

“Ingat selalu 5 kiat Super Hero : Ketakutan membunuh kecerdasan, berpikir dahulu sebelum bertindak, saya adalah tuan atas diri saya, ciptakan emas dalam setiap peluang, dari yang terbatas menjadi tak terbatas.” Demikian diserukan Sr. Geasinta FSGM, salah seorang fasilitator outbond sebagai salah satu metode Character Building (pembangunan karakter) bagi anak-anak penerima beasiswa pada Minggu, (5/06/2022) bertempat di area Candi Prambanan. Lima kiat tersebut menjadi moto yang selalu digaungkan oleh setiap peserta outbond. Sebanyak 42 orang terlibat dalam kegiatan tersebut dengan penuh antusias. Mereka adalah siswa-siswi penerima bantuan beasiswa Stichting MICARA (SM), yang terdiri dari siswa-siswi tingkat Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama dan SMA/SMK. 

SM11

Siswa-siswi Peserta Outbond

Para peserta dibagi dalam 5 kelompok, mereka melakukan perjalanan dari pos ke pos untuk mengikuti permainan yang bertujuan membangun kerjasama, kekompokan, menghargai dan saling menjaga setiap anggota kelompok.“Saya senang dan sangat menikmati setiap permainan yang telah disiapkan oleh Suster-suster yang mendampingi kami!” kata Yohanes Aditiya Alan Prasetyo, salah seorang penerima beasiswa dari SMK Leonardo, Klaten. Lebih lanjut dia mengatakan,”Kami harus kompak. Kalau tidak kompak, kami tidak bisa menyelesaikan setiap permainan dengan baik.”

SM22

Salah satu permainan outbond

Kegiatan Character Building ini terselenggara dengan dukungan dari Stichting MICARA dari Belanda dan difasilitaasi oleh para Suster Fransiskan St. Georgius Martir (FSGM). Salam belarasa. (Sr. Huberta, FSGM)  

SM3

Foto bersama

 

© 2010 karinakas.or.id. | +62 274 552126 | karinakas.office@gmail.com