Pada tahun 2022 ini, KARINAKAS melaksanakan program penemanan terhadap Tim Relawan Bencana Paroki-paroki di KAS, khususnya paroki yang wilayahnya rawan bencana atau potensi bencananya cukup tinggi. Harapan dari program ini adalah supaya setiap paroki yang rawan bencana memiliki tim relawan yang siaga dan berkapasitas dalam melaksanakan respon bencana, dan sekaligus para relawan tersebut menjadi mitra KARINAKAS dalam respon ketika terjadi bencana, mengingat bahwa ancaman bencana setiap tahun cukup besar. 

Data benc21

Bencana di Indonesia selama Tahun 2021

Beberapa Tim Relawan Bencana yang akan ditemani tahun 2022 ini di antaranya adalah Relawan Paroki St. Yusuf Pati (Kevikepan Semarang), Relawan Paroki St. Yakobus Bantul, Relawan Kevikepan Yogyakarta Barat (KYBAR), Relawan Rayon Gunungkidul (Kev. Yogyakarta Timur), dan Relawan di 11 paroki Lingkar Merapi (meliputi Kevikepan Surakarta, Kedu, Yogyakarta Barat dan Timur). Penemanan kepada masing-masing Tim Relawan Bencana tersebut dilaksanakan dalam beberapa kali pertemuan / kegiatan. Beberapa kegiatan yang telah terlaksana di bulan Februari ini adalah penemanan Relawan Paroki Pati (17/2/2022), Relawan Paroki Bantul (23/2/2022), dan Relawan Kevikepan Yogyakarta Barat (18 dan 22/2/2022).

Patii

Tim Relawan Bencana paroki Pati

Resi sell

Tim Relawan Bencana paroki Bantul

Kubar 22222

Sebagian Tim Relawan Bencana KYBAR

Program Paroki Tangguh Bencana yang dilaksanakan KARINAKAS ini mendapat dukungan dari Komisi PSE Nasional. Semoga dengan adanya program ini, Tim Relawan Bencana paroki semakin kompak, tangguh, dan berkapasitas dalam respon bencana sesuai standar CARITAS Indonesia, dan menjadi perpanjangan tangan Gereja dalam kegiatan kebencanaan. Salam belarasa. 

 

Setiap musim kemarau dan musim hujan, Warga Dusun Dawung, Desa Serut, Kec. Gedangsari, Kab. Gunungkidul mengalami kesulitan air bersih. Saat musim kemarau, mereka hanya mengandalkan truck tangki air untuk mendapatkan air bersih. Sedangkan saat musim hujan, beberapa dari mereka juga mengalami kesulitan mendapatkan air bersih, karena tidak memiliki tampungan air hujan yang cukup memadai. Mereka (terutama ibu-ibu) terpaksa harus mengambil air bersih (Jawa: ngangsu) yang jaraknya cukup jauh dari rumah mereka. Biasanya mereka mengambil air menggunakan tangki kecil yang diangkut dengan gerobak kecil.

Pipapipa1

Ngangsu di sumur umum

Pipapipa2

Mengangkut air bersih

KARINAKAS yang didukung sepenuhnya oleh Komisi PSE KWI, melaksanakan Program Pipanisasi Air Bersih untuk Warga Desa Dawung tersebut. Program ini bertujuan agar para warga di Dusun Dawung tidak lagi mengalami kesulitan air bersih, baik saat musim kemarau dan saat musim hujan. Air bersih berasal dari sumur bor yang berada di dusun tersebut, yang kemudian dialirkan ke rumah-rumah warga. Saat ini, pipanisasi ini sedang dalam proses pelaksanaan dan penyelesaian yang dilaksanakan secara gotongroyong oleh para warga penerima manfaat program.  

Pipapipa3

Gotongroyong warga

Meskipun baru proses penyelesaian, beberapa warga sudah menikmati hasilnya yakni rumah mereka sudah teraliri air bersih, sehingga mereka tidak perlu mengambil air bersih / ngangsu dari tempat yang jauh. "Ya saya sudah bersyukur sudah nggak repot lagi mengambil air bersih", ungkap ibu Wagiyem (43 th) yang sehari-hari berkerja sebagai petani. Semoga program ini semakin meringankan Warga Dusun Dawung saat mengalami kesulitan air bersih, dan sekaligus sebagai tanda kehadiran Gereja yang peduli dan terlibat di tengah-tengah masyarakat. Salam belarasa. 

Pipipapiku4

Tidak perlu ngangsu lagi

 

Salah satu program KARINAKAS adalah penemanan terhadap para relawan-relawan paroki di KAS (parish volunteer accompany). Tujuan penemanan adalah untuk menjalin kerjasama dan pembelajaran bersama antara KARINAKAS dengan para relawan paroki terkait kegiatan sosial kemanusiaan, khususnya respon bencana. Salah satu bentuk penemanan itu adalah pertemuan untuk menguatkan kapasitas ilmu kebencanaan, dan simulasi terkait respon bencana. Selain menguatkan kapasitas terkait ilmu kebencanaan, KARINAKAS juga menyampaikan mengenai spirit dan cara kerja kemanusiaan CARITAS INDONESIA, yang merupakan perpanjangan tangan Gereja Katolik dalam kegiatan sosial kemanusiaan khususnya respon bencana alam.

Re Pati

Relawan Gereja Paroki Pati

Pada hari Kamis (17/2/2022), dilaksanakan pertemuan KARINAKAS dengan para Relawan Gereja Paroki St. Yusuf, Pati, di aula gereja Paroki Pati. Uniknya adalah bahwa para Relawan Paroki Pati ini terdiri dari beberapa kelompok relawan dari luar komunitas gerejawi yakni kelompok Relawan Kembang Joyo, SENKOM, dan BARETTA. Meskipun demikian, mereka semua siap membantu paroki Pati dalam kegiatan kemanusiaan termasuk ketika terjadi bencana alam, yang dilaksanakan dalam koordinasi dengan Tim Kerja PSE Paroki Pati.

Supp pati

Suppport untuk para Relawan

Dalam pertemuan tersebut, KARINAKAS juga menyampaikan tentang spirit dan cara kerja kemanusiaan CARITAS INDONESIA, dan sekaligus juga memberikan support atau dukungan berupa APD dan alat semprot disinfektan. Semoga perjumpaan kali ini semakin menguatkan rasa kekeluargaan sebagai relawan kemanusiaan, dan memberikan semangat khususnya kepada para Relawan Paroki Pati dalam kegiatan sosial kemanusiaan untuk menghadirkan belas kasih Allah bagi mereka yang menderita dan membutuhkan. Salam Belarasa.

SosKem Pati

Kegiatan sosial kemanusiaan Relawan Pati 

 

© 2010 karinakas.or.id. | +62 274 552126 | karinakas.office@gmail.com