keb kel

Kebun Bersama milik Kelompok

"Sungguh program ini amat bermanfaat bagi kami," demikian ungkap Bp. Marsudi, ketua Kelompok Tani Taruna Tani Jaka Berek, yang beralamatkan di Gading, Playen, Gunungkidul. Kelompok tani ini adalah salah satu penerima manfaat Program Ketahanan Pangan. Saat ini Program Ketahanan Pangan yang dilaksanakan oleh Yayasan KARINAKAS dan didukung sepenuhnya oleh Yayasan KARINA (KARINA KWI), sudah memasuki bulan ketiga. KARINAKAS mengadakan pemantauan atau monitoring program yakni dengan mengunjungi dan berbincang-bincang dengan pengurus kelompok tani, berkunjung ke rumah anggota kelompok, dan mengunjungi kebun kelompok.

keb kel

Kebun milik anggota kelompok

Selain mengadakan monitoring, KARINAKAS juga sekalian kroschek data-data, dan dropping pupuk serta bibit tanaman. Semoga program ini dapat membantu memenuhi kebutuhan sayuran para warga penerima manfaat, sehingga dapat meringankan kesulitan akibat pandemi ini, serta semakin memberikan pembelajaran tentang kemandirian pangan dan kelestarian pangan lokal. 

 

Sudah sejak bulan November 2020 kemarin, KARINAKAS menjalankan Program Pemulihan Bencana pandemi COVID-19, yakni Ketahanan Pangan dengan kategori Pertanian. Program ini terlaksana berkat dukungan dari CARITAS INDONESIA (Yayasan KARINA) yang memiliki program DA (Diocesan Accompany) yakni penemanan terhadap Caritas-caritas Keuskupan termasuk Caritas Keuskupan Semarang atau KARINAKAS.

sos

Sosialisasi program ketahanan pangan 

Tujuan program ini adalah untuk mendampingi lima kelompok tani khususnya yang terdampak COVID-19 di tiga kabupaten yakni Bantul, Gunungkidul dan Boyolali agar mandiri dalam hal pangan khususnya sayuran. Tiap kelompok tani beranggotakan 15 KK.

Pengol

Pengolahan kebun kelompok tani di Playen Gunungkidul

Sejauh ini program berjalan lancar, baik dari sosialisasi sampai pembagian benih dan sarana pertanian. Tiap-tiap kelompok tani memiliki kebun kelompok yang nantinya akan ditanami bersama dan hasilnya dibagi. Kalau hasil pertanian itu nantinya terdapat sisa, maka bisa dijual untuk mensupport ekonomi anggota kelompok.

bnih

Pembagian benih dan alat pertanian

 

Secara umum, wilayah Keuskupan Agung Semarang (KAS) adalah wilayah rawan bencana alam, sehingga bencana bisa terjadi sewaktu-waktu. Bahkan ada beberapa paroki di wilayah KAS yang setiap tahun berpotensi besar terdampak bencana misalnya bencana kekeringan di paroki-paroki area Gunungkidul, bencana banjir di paroki-paroki area Pantura. Sementara itu bencana letusan Gunung Merapi juga mengancam paroki-paroki lingkar Merapi. Belum lagi terdapat bencana laten yang dapat muncul sewaktu-waktu yakni gempa bumi yang dapat mengancam seluruh paroki-paroki di KAS, bahkan seluruh Indonesia.

Mer

Ancaman Bencana Merapi

Oleh karena itu, setiap paroki di wilayah KAS idealnya memiliki relawan-relawan atau Tim Respon Bencana (TRB). Di KAS, ada beberapa paroki yang sudah memiliki TRB Paroki. TRB Paroki itulah yang menjadi ujung tombak respon bencana ketika terjadi suatu bencana. Tanpa ada TRB paroki, maka dalam mengkoordinir respon bencana alam akan mengalami kendala. Idealnya, TRB paroki adalah orang-orang yang memiliki jiwa kerelawanan yakni mencintai dan mempunyai hati untuk kegiatan kemanusiaan. Selain itu, hal yang tidak kalah penting adalah TRB paroki semestinya memiliki pemahaman dan ketrampilan dalam respon bencana, agar respon bencana dapat berjalan efektif, tepat sasaran, tepat waktu, dan tepat kebutuhan.

GK

TRB Paroki-Paroki Rayon Gunungkidul (foto sebelum covid-19)

Gereja Keuskupan Agung Semarang memiliki lembaga sosial kemanusiaan yang diberi mandat untuk mengkoordinir aksi sosial kemansiaan terutama saat terjadi bencana alam, yakni Yayasan KARINA KAS (Karitas Indonesia Keuskupan Agung Semarang). Beberapa respon bencana telah dilaksanakan oleh KARINA KAS termasuk respon bencana pandemi Covid-19 ini. Mengingat banyaknya potensi bencana dan banyak paroki yang belum memiliki TRB, maka KARINA KAS terdorong untuk mendampingi para relawan atau TRB paroki-paroki.

TRB5

Pendampingan dan pelatihan TRB Paroki-paroki KAS

KARINA KAS, yang mendapat mandat dari KAS dalam hal kebencanaan melaksanakan Pelatihan Tim Respon Bencana (TRB) Paroki-paroki secara gratis. Pelatihan tersebut bertujuan agar TRB memiliki pemahaman dan ketrampilan terkait respon bencana. Kegiatan tersebut dilaksanakan selama 3 hati yakni Jumat, 16 Oktober 2020 sd Minggu, 18 Oktober 2020, pukul 09.00 – 17.00 WIB, bertempat di Kantor KARINA KAS. Pada kegiatan tersebut para relawan (TRB) mendapat Pelatihan Standar SPHERE (Standar Internasional dalam Respon Kemanusiaan). Selain itu, para mereka juga dapat saling berjumpa secara langsung satu sama lain. Para relawan paroki yang ikut berjumlah 28 orang terdiri dari perwakilan TRB paroki-paroki dari 4 kevikepan di Keuskupan Agung Semarang yakni Kevikepan Semarang, Kevikepan Kedu, Kevikepan Surakarta dan Kevikepan Yogyakarta. Kegiatan juga diikuti oleh para staff KARINA KAS dan Relawan KARINA KAS dan difasilitasi oleh KARINA KWI.

TRB2

Pendalaman Materi tentang SPHERE

Masa pandemi Covid-19 ini mengharuskan adanya pembatasan peserta dan penerapan protokol kesehatan yang ketat. Peserta dipastikan sehat dan tidak menderita sakit apapun. Harapan dari diadakannya kegiatan ini adalah agar peserta saling berjumpa kembali satu sama lain dan mendapatkan peningkatan kapasitas ilmu kebencanaan khususnya terkait standar SPHERE. Salah satu peserta dari Kevikepan Semarang, Bp Soreng Pati, menyatakan, “kalau dulu hanya sebatas tahu tentang bencana, sekarang semakin tahu standar dalam tanggap bencana sesuai buku kitab (buku SPHERE).”

TRB3

Praktik Materi tentang SPHERE

Semoga dengan kegiatan ini para relawan juga semakin mengenal dan mencintai panggilan menjadi relawan yakni membantu meringankan beban penderitaan warga yang terdampak bencana alam, menjadi perpanjangan kasih Allah, dan menghadirkan kepedulian serta keterlibatan Gereja Katolik dalam suka duka masyarakat sekitarnya.

 

© 2010 karinakas.or.id. | +62 274 552126 | karinakas.office@gmail.com