Biogas Gayamharjo

Setiyo, Ketua Kelompok Agni Mandiri, memberi penjelasan teknis cara membuat instalasi biogas pada rekannya Kelompok Geni Panguripan, Desa Gayamharjo, Prambana , Sleman, di Gayamharjo awal Februari 2017 yang lalu (Foto: Sr. Huberta, FSGM).

Untuk mengembangkan lingkungan yang ramah dari polusi, Kelompok Agni Mandiri, Desa Sruni, Kecamatan Musuk, Boyolali,  yang merupakan salah satu dampingan program Building Community Resilien KARINAKAS, melakukan pendampingan teknis pembangunan instalasi biogas bagi kelompok Geni Panguripan, Gayamharjo, Prambanan,  Sleman.

Kelompok Agni Mandiri membagikan pengalaman membuat biogas dengan dana yang murah dan terjangkau, yaitu dengan cara pembangunan secara gotong royong. Menurut Lamijo, ketua kelompok Geni Panguripan, saat ini ada 10 orang yang sudah berkomitmen untuk membangun biogas di desa Gayamharjo. Biogas tidak hanya untuk memasak namun limbah biogas dapat dimanfaatkan untuk pertanian

Sebelumnya untuk semakin memantabkan pilihan membangun instalasi biogas, kelompok Geni Penguripan Desa Gayamharjo telah melakukan kunjungan langsung ke kelompok Agni Mandiri. Tidak hanya instalasi biogas yang dikunjungi tapi juga demplot pertanian dengan penggunaan residu biogas. (Sr. Huberta/Ferry)

 

 

Musrenbang Tematik Tlogolele

Hardono (kanan, baju kotak kotak), Pendamping lapangan KARINAKAS memberikan penjelasan tentang perlunya Musrenban Berbasis Pengurangan Risiko Bencana, di Desa Tlogolele, Selo, Boyolali, Senin 7 November 2016 (foto: Ferry)

 

Musrenbang (Musyawarah Perencanaan Pembangunan) Tematik “Pembangunan Berbasis Potensi dan Aset serta Pengurangan Risiko Bencana” Desa Tlogolele, Kecamatan Selo, Bouolali yang diinisiasi KARINAKAS dan difasilitasi Yayasan Darma Desa berlangsung Senin, 7 November di Balai Desa Tlogolele.

          Musrenbang dibuka Widodo, Kepala Desa Tlogolele, yang menyampaikan bahwa potensi di Desa Tlogolele sangat banyak baik sumberdaya alam, pertanian, manusia, dan budaya, aset dan potensi inilah yang perlu dimanfaatkan untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Tlogolele.

Musrenbang Tlogolele

Susilo Hastuti Sekretaris Desa Tlogolele, memaparkan RAPBDes Tlogolele (Foto: Ferry)

 

Terlebih aset dan potensi, menurut Susilo Hastuti Sekretaris Desa Tlogolele masih didukung Dana Desa sebesar Rp 1,97 Miliar. Daana Desa ini menuntut pihak desa membuat Anggaran Desa untuk memanfaatkan dana desa seoptimal mungkin. Tuntutan anggaran yang optimal inilah yang mengharuskan desa membuat musyarakat perencanaan pembangunan yang melibatkan semua pihak.

          Musrenbang tematik yang diikuti sekitar 25 orang ini menghasilkan visi dan misi desa yang kemudiaan dijabarkan dalam program kerja antara lain membuat jalur pendakian dan gardu pandang demi mendukung terwujudnya Desa Wisata Tlogolele, pengelolaan pertanian, peternakan, dan kehutanan, pusat kuliner dan oleh oleh, pesantren, panti sosial dan pemeliharaan situs candi. Tentu program kerja ini tidak boleh merusak alam dan mengutamakan pengurangan risiko bencana. (Ferry T. Indratno)

Cluntang Punya mimpi

Dari Kanan ke kiri: Heri dari KARINAKAS, Iskandar, dan  Asep Aryanto (TNGM), serta Suryati Kades Cluntang, sedang berdialog dalam sarasehan "Cluntang Punya Mimpi" di Dusun Gondang, Cluntang, Musuk, Boyolali, 11 oktober 2016 yang lalu (Foto: Ferry)

Mimpi adalah kunci untuk kemajuan desa. Karena dalam mimpi itu termuat visi ke depan untuk membangun desa demi kesejahteraan semua warga. Demikian garis besar pemikiran yang tercetus dalam sarasehan “Cluntang Punya Mimpi” yang diselenggarakan KARINAKAS bekerja sama dengan Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) Seksi Pengelolaan Wilayah II Boyolali, tanggal 11 Oktober 2016 yang lalu di Dusun Gondang, Desa Cluntang, Kecamatan Musuk, Boyolali.

          Sarasehan diikuti sekitar 20 warga Dusun Gondang dan sekitarnya yang dihadiri Kepala Desa Cluntang, Suryati, Heri dan Sr. Huberta dari KARINAKAS, Nila Ayu dan kawan kawan dari LSM Solidaritas Perempuan Untuk Kemanusiaan dan Hak Asasi Manusia (SPEKHAM) Solo, dan Iskandar Kepala Seksi Wilayah II TNGM, serta Asep Aryanto dan Polisi Hutan Resort Boyolali.

Cluntang Punya Mimpi

Teh dan Sirup bunga mawar, produksi warga Cluntang, Musuk, Boyolali (Foto: Ferry)

          Suryati, Kades Cluntang, memaparkan bahwa desanya punya mimpi menjadi desa wisata ekologi yang dikenal oleh masyarakat luas. Desa wisata yang tidak sekedar memamerkan keindahan alam namun juga desa wisata yang produktif dalam memanfaatkan potensi desa untuk dikemas menjadi produk yang berdaya guna. Saat ini di Cluntang suda ada produksi the dan sirup yang terbuat dari bunga mawar. Perlu diketahu bahwa Cluntang adalah penghasil bunga mawar dengan tingkat produksi yang tinggi.

© 2010 karinakas.or.id. | +62 274 552126 | karinakas.office@gmail.com