"Lansia Yogyakarta sudah cukup baik, hanya banyak yang ditinggal oleh keluarganya, dan butuh perhatian khusus, bukan hanya oleh KARINAKAS saja, tapi oleh bapak ibu sekalian yang duduk di pengambilan kebijakan," ungkap Gusti Kanjeng Ratu Hemas pada acara Launching Pilot Project Pendampingan Lansia yang dilaksanakan oleh Yayasan KARINAKAS (1/8/22).

Kicof1

Sambutan Gusti Kanjeng Ratu Hemas

Acara tersebut dilaksanakan di Kantor DPD RI Yogyakarta, dihadiri oleh GKR. Hemas, selaku anggota DPD RI dari Yogyakarta, dan dihadiri pula oleh Bapak Danang Maharsa, SE (Wakil Bupati kabupaten Sleman), Bapak Ir. Drajat Ruswandono, MT (Sekda Kabupaten Gunungkidul), Ibu Erlina Hidayati Sumardi, SIP., M.M. (DP3AP2 DIY), Ibu Sri Haryani (Komisi IV DPRD Kabupaten Sleman), Dinas-dinas dan Stakeholder terkait baik di Kabupaten Sleman maupun Gunungkidul, dan juga perwakilan dari Caritas Indonesia, dan Caritas Germany.

Kicoff2

Kicoff3

Para peserta Launching Pilot Project

Program Pendampingan Lansia ini didukung oleh Caritas Germany Country Office Indonesia. Dalam sambutannya, perwakilan dari Caritas Germany mengungkapkan, "Harapannya melalui program ini, lansia menjadi subyek pembangunan (bukan obyek semata), para lansia juga mampu mengakses berbagai program, dengan demikian lansia akan semakin produktif, dan tetap mampu berkontribusi positif dalam berbagai sektor pembangunan di Indonesia." 

Kicoff4

Lansia yang sehat dan kontributif

Pilot Project Lansia ini dilaksanakan di dua kalurahan di Provinsi DIY, yakni 1) Kalurahan Girikerto, Kapanewon Turi, Kabupaten Sleman, dan 2) Kalurahan Karangasem, Kapanewon Paliyan, Kabupaten Gunungkidul. DIY dipilih sebagai pilot project, karena proporsi lansia di DIY menempati urutan nomor satu di antara provinsi yang lain, yakni mencapai 15,52% dari jumlah penduduk Yogyakarta.

Kicof5

Asesment di Kalurahan Karangasem

kicof6

Kunjungan kepada lansia yang sakit

"Saya harapkan dalam melaksanakan program ini, KARINAKAS dapat bekerjasama dengan pemerintah setempat baik di tingkat kalurahan, kapanewon, maupun kabupaten dan dinas-dinas yang dildibatkan," harapan dari GKR. Hemas. "Semoga program ini dapat menjadi kabar gembira bagi lansia dalam menapaki usia senja," harapan Direktur KARINAKAS. Semoga program lansia ini berjalan sesuai harapan, dan dapat menginspirasi wilayah lain dalam pendampingan lansia. Salam belarasa

Kicoff6

Sambutan Direktur KARINAKAS

Kicoff7

MoU kerjasama KARINAKAS dengan Pemerintah

 

"Beraktivitas dan bekerja membuat orang tidak cepat tua." Demikian yang disampaikan Gusti Kanjeng Ratu Hemas pada saat audiensi dengan Tim Program Pendampingan Lansia Yayasan KARINAKAS. 

Gkr1

Audiensi dengan Gusti Ratu

Terkait dengan pelaksanaan Program Eldery atau Program Pendampingan Lansia, KARINAKAS mengadakan audiensi dengan Gusti Kanjeng Ratu Hemas (G.K.R. Hemas), bertempat di pendopo kraton Yogyakarta (26/7/2022). Pada acara audiensi tersebut, KARINAKAS menyampaikan sekilas gambaran tentang Program Pendampingan Lansia, yang akan dilaksanakan di dua desa yakni Desa Girikerto, Turi, Sleman dan Desa Karangasem, Paliyan, Gunungkidul sebagai pilot project.

Gkr2

Gusti Ratu sangat mendukung program lansia tersebut. Maka pada hari senin (1/8/22) akan diadakan kick off atau launching Program Pendampingan Lansia bertempat di DPD RI DIY, dihadiri oleh Pemerintah Kabupaten Sleman, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul, Pemerintah Desa Girikerto, Pemerintah Desa Karangasem, Dinas-dinas terkait, dan stakeholder terkait Program Pendampingan Lansia. Semoga program ini bisa berjalan lancar sesuai harapan dan menjadi kabar gembira bagi para lansia dan keluarganya. Salam belarasa

 

Pemerinsaan kesehatan difabel1

“Supriyati, Gula darahmu tinggi, kolesterol juga tinggi, mulai sekarang mengurangi gula. Nasi juga dikurangi. Nasinya jadikan sayur, sayur jadikan nasi.” demikian disampaikan bidan Arum Anita, Bidan Desa Sumber sekaligus Relawan Komunitas Lereng Merapi Tinarbuka (KLMT) Paroki St. Maria Lourdes Sumber, kepada Supriyati. Supriyati adalah difabel rungu wicara, namun mampu berkomunikasi secara oral mendengarkan nasihat bidan Arum Anita, dengan sesekali mengganggukkan kepalanya tanda ia mengerti dengan pesan yang disampiakan bidan Arum Anita.

Cek kesehatan difabel2

Sebanyak 27 difabel didampingi keluarga, mengikuti pemeriksaan kesehatan (6/3/2020), di balai desa Sumber, kecamatan Dukun, kabupaten Magelang. Pemeriksaan kesehatan meliputi pemeriksaan tekanan darah, pemeriksaan gula darah, dan pemeriksaan kolesterol. Kegiatan pemeriksaan kesehatan ini berawal dari keprihatinan Bidan Arum Anita, yang melihat bagaimana selama ini difabel banyak yang tidak diperhatikan kondisi kesehatannya. “Kalau memberi makan ya hanya sekedar memberi makan, tanpa pernah tahu apakah makanan ini cocok untuk difabel atau tidak. Misalnya bagaimana kondisi kolesterolnya, sehingga kalau tahu, kita tidak memberinya banyak gorengan. Makanan cukup direbus atau dibakar.” ungkap Bidan Arum pada pertemuan koordinasi sebelum pemeriksaan kesehatan dilakukan.

Lebih lanjut, Bidan Arum mengatakan,”Teman-teman relawan KLMT ini masih membutuhkan peningkatan kapasitas untuk pendampingan difabel, contohnya bagiamana melatih untuk fisiotherapi secara sederhana.” Maka ke depannya, KLMT bersama dengan KARINAKAS akan mengupayakan untuk meningkatkan kapasitas relawan KLMT untuk meningkatkan layanan dan perhatian kepada difabel terutama di Paroki St. Maria Lourdes Sumber. (Sr. Huberta, FSGM)

 

© 2010 karinakas.or.id. | +62 274 552126 | karinakas.office@gmail.com