REBON artinya perjumpaan rabu malam. KYBAR adalah relawan kemanusiaan Kevikepan Yogyakarta Barat, yang juga menjadi bagian dari KARINAKAS. Mereka mengadakan pertemuan santai yang dilaksanakan hari Rabu (1/9/2021), di gedung belarasa KARINAKAS. Rebon pertama dilaksanakan seminggu sebelumnya, di aula paroki Gamping.

KYBAR1

Para Relawan KYBAR

Acara berlangsung santai namun juga serius. Ada sesi minum ngopi atau ngeteh dan snack, sembari mendengarkan sharing tentang ilmu kebencanaan. Materi kebencanaan diberikan oleh Sr. Huberta selaku manager program KARINAKAS. Selain ada juga kesempatan untuk sharing dari para relawan, dan juga peneguhan kepengurusan relawan KYBAR. 

KYBAR2

Belajar tentang ilmu kebencanaan

Acara Rebon ini dihadiri oleh Bp. Y. Aryanto S., (Pusdalop BPBD Provinsi DIY). Dalam sharingnya, Bp Aryanto berpesan, "Relawan perlu ilmu, dan membutuhkan waktu dan ketekunan untuk belajar. BPBD siap untuk membantu menfasilitasi." Sedangkan Rm. Nugroho Tri Sumartono Pr, selaku Pendamping Relawan KYBAR, menggarisbawahi tentang spirit relawan KYBAR yang adalah relawan Gereja yakni meneladan semangat kasih Tuhan Yesus Kristus. Rebon yang dimulai pukul 18.00 WIB, diakhiri pukul 21.00 WIB. Rebon ketiga di paroki Banteng. Salam bela rasa.

KYBAR3

Bp. Y. Aryanto (Pusdalop BPBD Prov. DIY)

 Ambulanass

Ambulans pelayananan kemanusiaan Relawan KYBAR

 

Puluhan ribu anak di Indonesia kehilangan orangtuanya yang meninggal akibat Covid. Sedangkan di DIY, berdasarkan hasil pendataan lapangan SatGas PPPA DIY, per 19 Agustus 2021 terdapat 504 anak yang kehilangan orangtuanya. Mereka ada yang menjadi yatim, atau piatu, atau yatim piatu.

DPPA DIY

Bantuan untuk anak yatim piatu

Menanggapi fenomena itu, KARINAKAS bekerjasama dengan relawan Satgas PPPA DIY, memberikan sumbangan untuk anak-anak tersebut. KARINAKAS memberikan bantuan sejumlah 100 paket. Setiap paket isinya: a) sembako, b) multi vitamin anak, c) higiene kit, d) uang saku Rp50.000. 

DPPPA DIY2

Serah terima bantuan kepada DP3AP2 DIY

Bantuan diterima oleh Ibu Erlina Hidayati, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk, DIY. Ibu Erlina mengucapkan terimakasih atas bantuan tersebut, "Banyaknya anak yang kehilangan orangtuanya ini, merupakan akibat yang muncul akibat pandemi Covid. Pemerintah merasa kewalahan kalau sendirian dalam membantu mereka, perlu bantuan juga dari pihak lain," demikian ungkap Ibu Erlina.

Sertima

 

 

Sampai saat ini, KARINAKAS terus melaksanakan respon pandemi COVID-19. Dalam respon ini, KARINAKAS lebih banyak bergerak di bagian supporting system yakni berusaha memberikan support kepada Satgas-satgas COVID, baik itu di lingkup Gereja yakni Satgas COVID Paroki atau Kevikepan, maupun di lingkup masyarakat misalnya Satgas COVID Dusun, Desa atau Kecamatan.

Diagram 1

Diagram2

Demikianlah sekilas gambaran respon pandemi COVID-19 pada pertengahan sampai akhir Juli 2021. Semoga pandemi COVID-19 ini segera dapat teratasi. mari kita jaga kesehatan dengan pola hidup sehat dan mentaati protokol kesehatan. Salam bela rasa.

 

© 2010 karinakas.or.id. | +62 274 552126 | karinakas.office@gmail.com